Komitmen Bebas Narkoba, Wawali Tes Urine di BNNK Balikpapan

0
613

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Sebagai bentuk komitmen bebas dari narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba), Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melakukan tes urine di Kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, Senin (13/01/2020).

Rahmad Mas’ud mendatangi kantor BNNK Balikpapan di kawasan Jalan Abdi Praja RT 24, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan. Saat tiba di lokasi kegiatan tepat pukul 11.00 Wita, Rahmad Mas’ud langsung menemui staf BNNK Balikpapan serta mengisi formulir pengambilan urine.

Setelah mendapatkan wadah berukuran kecil, orang nomor dua di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan ini langsung menuju toilet. Wadah tersebut digunakan untuk menyimpan urine yang akan diuji kandungannya oleh petugas BNNK Balikpapan. Setelah urine ditempatkan di wadah tersebut, petugas BNNK Balikpapan lalu mencelupkan Drug Abuse Test.

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, melakukan tes urine merupakan bagian dari komitmen bebas dari narkoba. Sebagai pejabat Pemkot Balikpapan, tes urine yang dilakukan ini bertujuan untuk memberikan contoh positif bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Balikpapan.

“Tes urine ini adalah komitmen saya bebas dari narkoba. Ke depan seluruh ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan harus mengikuti tes urine,” kata Rahmad.

Dia menambahkan, tes urine harus dilakukan hingga ke tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya keseriusan dalam rangka mencegah dan memerangi narkoba di lingkungan Pemkot Balikpapan.

“Termasuk petugas lapangan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota Satpol PP hingga Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan,” tambahnya.

Menurut Rahmad, ketiga OPD itu sangat rawan akan penyalahgunaan narkoba. Bahkan, beberapa kali terungkap pegawai yang bertugas di OPD tersebut menjadi pengguna narkoba. Sehingga mendapat sanksi disiplin dan dipidanakan.

“Regulasinya sudah jelas mengatur, bagi yang terlibat pasti dipecat. Dan ini saya memberikan contoh komitmen memberantas peredaran narkoba di Balikpapan, utamanya di lingkungan Pemkot Balikpapan,” tandasnya.

Tidak hanya ASN, terang Rahmad, anggota legislatif dan masyarakat juga harus berpartisipasi untuk melakukan pemeriksaan narkotika. Bukan tanpa sebab, narkoba bisa mengancam masa depan bangsa, terutama generasi muda Balikpapan.

“Minimal dengan tes urine ini bisa menekan orang yang ingin mengonsumsi narkoba. Dalam bekerja atau mau mencari pekerjaan, semua dites urine dan kalau positif maka masa depannya suram,” terang Rahmad.

Sementara itu, Kepala BNNK Balikpapan Muhammad Daud mengatakan, langkah yang dilakukan Wakil Wali Kota Balikpapan sebagai bentuk dukungan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Pegawai honorer harus dilakukan tes urine setiap tahun dan Alhamdulillah, sampai hari ini sudah 600 pegawai yang kami tes urine sesuai rekomendasi Pemkot Balikpapan,” ujar Daud.

Daud menjelaskan, tes urine yang dilakukan BNNK Balikpapan menggunakan enam parameter atau enam jenis narkotika. Hasilnya bisa diketahui secara cepat setelah Drug Abuse Test dicelupkan dan diperiksa petugas laboratorium.

“Kalau satu strip berarti positif dan dua strip artinya negatif. Punya Pak Wawali tadi dua strip, berarti negatif,” ungkap Daud.

Saat pemeriksaan tes urine Wawali, juga sejak pagi juga berlangsung pemeriksaan para guru kontrak tingkat SMA/SMK di Balikpapan. mereka juga ikut dalam pemeriksaan tes urine berdasarkan arahan Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Tingkat keakuratan penggunaan Drug Abuse Test ini sudah sesuai standar nasional. Untuk mendapatkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) dengan tingkat keakuratan yang tinggi, alat ini jelas sangat membantu,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here