Jamaah Umroh Wahyu Abadi Wisata Kunjungi Masjid Al Hudaibiyah (Bag-8)

0
438

Kabargupas.com, MEKKAH – Masih dalam rangkaian ibadah umroh di kota suci Mekkah Al Mukaromah. Setelah menjalankan ibadah Tawaf dan Sa’i, rombongan jamaah umroh PT. Wahyu Abadi Wisata melakukan kunjungan ke sejumlah tempat bersejarah di kota tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW, Kamis (23/01/2020).

Di hari kelima ini, rombongan mengunjungi Masjid Al Hudaibiyah di kawasan perkampungan Hudaibiyah, Mekkah. Masjid Al Hudaibiyah tersebut dikunjungi karena memiliki sejarah, yakni Sejarah Perjanjian Hudaibiyah.

Rombongan jamaah umroh Wahyu Abadi Wisata juga melihat kondisi rumah yang menjadi tempat terjadinya perjanjian Hudaibiyah, yakni antara kaum Qurais dengan kaum Muslimin Madinah, yang kala itu dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. Sayang, kondisi rumah tempat bersejarah itu tidak terawat. Kondisi memprihatinkan hanya tersisa dinding rumah tanpa atap dengan berbagai coretan.

“Perjanjian Hudaibiyah adalah gambaran perjanjian yang mengutamakan perdamaian. Perjanjian Hudaibiyah ialah perjanjian yang dilaksanakan di Hudaibiyah Mekkah pada Maret, 628 M atau Dzulqa’dah 6 H antara kaum Qurais dengan kaum Muslimin Madinah, yang kala itu dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW,” kata Perlautan Lubis, Muthowif (pembimbing ibadah) yang mendampingi rombongan jamaah umroh Wahyu Abadi Wisata.

Menurut Lubis, Hudaibiyah berada pada 22 Km arah barat dari Mekkah menuju Jeddah, sekarang terdapat Masjid Ar-Ridhwan. Hudaibiyah memiliki nama lain Asy-Syumaisi yang diambil dari nama Asy-Syumaisi yang menggali sumur di Hudaibiyah.

Dia menjelaskan, Perjanjian tersebut terjadi karena kaum Qurais Mekkah melarang kaum Muslim Madinah untuk masuk ke Mekkah dalam rangka melaksanakan ibadah haji umrah. Pada akhirnya Nabi Muhammad SAW mengajak mereka untuk bernegosiasi hingga mengadakan perjanjian damai.

Jamaah Umroh Wahyu Abadi Wisata, Rahman berfoto dengan latar belakang rumah bersejarah tempat terjadinya Perjanjian Hudaibiyah, Kamis (23/01/2020).

“Perjanjian damai tersebut dilaksanakan di sebuah rumah yang saat ini hanya tinggal bagian dindingnya saja. Rumah ini adalah sejarah yang harus dipertahankan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Lubis mengatakan, kaum Muslim Madinah pun menyetejui langkah Nabi Muhammad SAW, yaitu bahwa jalur diplomasi lebih baik daripada berperang. Kejadian ini pun diabadikan dalam Alqur’an QS Al Fath ayat 24.

Gambaran secara rinci mengenai awal mula terjadinya Perjanjian Hudaibiyah yakni Nabi Muhammada SAW mengizinkan kaum Muslim untuk mengadakan perjalanan ke Mekkah. Perjalanan tersebut bertujuan untuk melaksanakan ibadah haji. Hal ini disambut gembira oleh kaum Muslim Madinah. Kira-kira sebanyak 1.000 orang mulai berangkat menuju Mekkah pada tahun 6 H atau 628 M.

“Demi menghilangkan prasangka kaum Quraisy Mekkah, maka Nabi pun melarang kaum Muslimin untuk membawa senjata kecuali binatang korban dan pedang untuk memotong binatang. Selain itu, kaum Muslimin hanya diperbolehkan mengenakan pakaian ihram,” terangnya.

Rombongan yang dipimpin ustadz Badrus Syamsi saat tiba di Masjid Al Hudaibiyah, langsung mengikuti sholat Ashar berjamaah bersama jamaah umroh dari Indonesia lainnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here