Usai Ziarah, Jamaah Laksanakan Umroh Kedua (Bag-12)

0
372

Kabargupas.com, MEKKAH – Jamaah umroh PT. Wahyu Abadi Wisata kembali melaksanakan ibadah umroh untuk kedua kalinya di Mekkah Al Mukaromah, Sabtu (25/01/2020).

Ibadah umroh kedua ini adalah jatah tambahan bagi jamaah dari penyelenggara ibadah umroh, dalam hal ini PT. Wahyu Abadi Wisata. Dan dilaksanakan setelah melakukan kunjungan atau ziarah ke sejumlah tempat bersejarah di Kota Mekkah.

Dalam menjalankan ibadah umroh kedua ini, jamaah menuju tempat miqot di Ja’rona yakni tempat jamaah mengambil niat untuk ibadah umroh.

Sebelum melakukan Umroh kedua, jamaah mendapat bimbingan dari KH. Muhammad Jailani Mawardi di kompleks Masjidil Haram, Makkah Al Mukaromah, Sabtu (25/01/2020).

“Ibadah umroh kedua ini bisa untuk pribadi dan juga bisa untuk orang yang sudah meninggal dunia (arwah),” kata pimpinan rombongan, ustadz Badrus Syamsi.

Dia menambahkan, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan ibadah umroh pertama. Seluruh jamaah harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan.

Berikut Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah Beserta Larangannya. Tata Cara umroh lengkap sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW. Menurut kamus besar bahasa Indonesia umrah adalah kunjungan (ziarah) ke tempat suci (sebagai bagian dari rukun haji, dilakukan setiba di Mekah) dengan cara berihram, tawaf, sai dan bercukur, tanpa wukuf dipadang Arafah, yang waktu menunaikannya dapat bersamaan dengan waktu haji. Umrah juga biasa disebut dengan haji kecil.

Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Wahyu Cahyono bersama keluarga foto bareng usai melaksanakan ibadah umroh kedua di Masjidil Haram, Mekkah, Sabtu (25/01/2020).

“Perbedaan haji dengan umrah adalah umrah dapat dilakukan kapan saja tidak ada ketentuan waktunya, sedangkan haji ada ketentuan kapan waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakannya,” tambah Badrus Syamsi.

Lebih lanjut, katanya, umrah pada saat bulan Ramadhan mempunyai nilai lebih utama, seperti sabda Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam yang berbunyi : “Umrah pada bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji”. Tata cara umroh perlu diketahui rukun-rukunnya supaya ibadah umrah dapat berjalan dengan baik dan sah, sehingga ibadah yang kita lakukan menjadi suatu kenikmatan dan tidak sia-sia.

Selain itu melaksanakan ibadah umrah harus dengan runut dan secara teratur sesuai urutan tata cara berumrah yang benar. Seperti berihram, Tawaf, Sa’i, dan bercukur rambut (Tahalul) setelah melakukan Sa’i.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here