Coffe Morning INSA, Rahmad: Kebutuhan Balikpapan 90 Persen Gunakan Kapal Laut

0
280

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Indonesian National Shipowners Associational (INSA) dan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menggelar Coffe Morning di halaman Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Indonesian Trucking Association) kompleks Ruko Bandar Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Selasa (04/02/2020).

Coffe Morning yang mengambil tema Sinergitas Pelayanan Kapal dan Barang di Lingkungan Pelabuhan Balikpapan dalam Mendukung Kota Balikpapan Sebagai Kota Penunjang Ibukota Negara Baru Indonesia ini dihadiri Ketua DPC INSA Balikpapan yang juga Wakil Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud.

Hadir di acara ini, Kepala Imigrasi Balikpapan, Kepala Bea cukai Balikpapan, perwakilan Polresta Balikpapan, Lanal Balikpapan, GM Pelindo Balikpapan, KKP Balikpapan serta sejumlah pengusaha angkutan di Kota Balikpapan.

Ketua DPC INSA Balikpapan, Rahman Mas’ud mengatakan, kegiatan yang digelar ini merupakan pertemuan pertama di tahun 2020. Kegiatan dilaksanakan juga dalam rangka menyambut Ibu Kota Negara (IKN) dan Balikpapan sebagai kota penyangga.

Oleh karena itu, pihaknya berharap semua stakeholder yang terlibat, terutama di dunia maritim atau di pelayaran ini bisa bersinergi dan bersama-sama membangun kota.

Ketua DPC INSA Balikpapan yang juga Wakil Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud menyampaikan paparannya dihadapan ratusan peserta Coffe Morning INSA di Ruko Bandar Balikpapan, Selasa (04/02/2020).

“Karena Balikpapan sebagai kota penunjang, bukan hanya untuk IKN tapi dari semua aspek, termasuk ekonominya. Kita ketahui pelabuhan internasional satu-satunya di Kalimantan ada di Balikpapan, begitu pula bandara internasionalnya juga ada di Balikpapan,” kata Rahmad Mas’ud.

Jadi, tambah Rahmad Mas’ud, posisi Balikpapan sangat strategis, makanya dikumpulkan para pelaku usaha di dunia maritim ini karena arus barang yang masuk memenuhi kebutuhan di Kalimantan Timur, khususnya di Balikpapan sebagai penunjang Ibu Kota Negara, dipastikan 90 persen akan menggunakan kapal laut.

Terkait industri perkapalan di tahun 2020, Rahmad menyebutkan sampai saat ini setahu dirinya baik-baik saja. Artinya, dengan kondisi apapun dunia perkapalan di tanah air mau tidak mau pasti diperlukan.

“Negara Indonesia ini kan negara kepulauan, yang mana satu sama lainnya tidak akan mungkin semuanya menggunakan pesawat udara, pasti akan terbatas. Semua akan menggunakan kapal laut. Makanya, kalau ditanya potensi perkapalan di Indonesia, saya jawab pasti akan berkembang,” tandasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here