BSB Nunggak Pajak Miliaran, Rahmad: Belum Perlu Dibentuk Satgas Pajak

0
521

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menunggaknya pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 10,4 miliar yang dilakukan manajemen Balikpapan Superblock (BSB) mendapat tanggapan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Meski diketahui menunggak pajak miliaran rupiah, yakni pajak 2018 dan 2019 serta pajak tahun berjalan 2020 sebesar Rp 10,4 miliar, Pemkot Balikpapan masih menilai belum saatnya dibentuk Satuan Tugas (Satgas) pajak.

Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, sejauh ini Badan Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Balikpapan masih menjalankan tugasnya dengan baik. Para wajib pajak di Balikpapan masih dianggap cukup koorperatif.

“Pemerintah Kota selalu mengecek dan memperingatkan perusahaan-perusahaan atau wajib pajak yang melakukan penunggakan. Untuk saat ini belum perlu dibentuk Satgas Pajak,” kata Rahmad Mas’ud.

Dia menambahkan, tak hanya memperingatkan wajib pajak, Pemkot Balikpapan juga menyampaikan prosedur dan seluruh regulasi guna mengantisipasi terjadinya penunggakan pajak. Jika ada tunggakan lebih daripada itu Pemkot Balikpapan akan mengambil langkah-langkah agar pajak tersebut dibayarkan.

“Kita harus menaati pajak, karena pajak itulah yang membangun kota kita ini sehingga kita harus peduli terutama para wajib pajak,” tambah Rahmad.

Langkah langkah tersebut sudah sesuai prosedur dan tidak boleh terlalu menekan mereka, tetapi mereka harus melaksanakan kewajibannya untuk membayar pajak. Dalam hal ini, untuk sekarang satgas tidak diperlukan karena komunikasi mereka juga kooperatif,” terang Rahmad

Rahmad juga meminta petugas pajak untuk tidak menekan pengusaha, tetapi pengusaha juga harus melaksanakan kewajiban membayar pajaknya. Jika pengusaha tidak menjalankan kewajibannya membayar pajak, maka petugas pajak bisa menyampaikan teguran agar tidak terjadi penunggakan pajak.

“Jangan juga terlalu menekan pengusaha, tapi pengusaha harus juga melaksanakan kewajibannya membayar pajak. Wajib pajak juga harus menyadari bahwa pajak yang dibayar dipergunakan Pemkot Balikpapan untuk pembangunan,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here