Kontribusi Hanya Rp125 Juta Pertahun, Komisi II Akan Evaluasi Kerjasama BOT Rapak Plaza

0
382

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan akan mengevaluasi aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan yang dikerjasamakan oleh pihak swasta yakni pengelolaan Rapak Plaza.

Pasalnya, kerjasama antara Pemkot Balikpapan dan pihak swasta dalam hal ini PT Hasta Nusa Indah (HNI) berupa perjanjian bangun guna serah atau BOT (build operate transfer) ini tampaknya masih tidak maksimal.

Bahkan, kerjasama yang dijalin selama 25 tahun sejak 1999 hingga 2028 mendatang, sampai saat ini kontribusi yang diberikan oleh PT HNI selaku pengelola Rapak Plaza kepada Pemkot Balikpapan hanya Rp125 juta pertahun.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Syukri Wahid mengatakan, kontribusi aset milik Pemkot Balikpapan yang dikerjasamakan dengan pihak swasta melalui sistem BOT ternyata sangat minim.

“Rapak Plaza yang dikelola PT Hasta dalam setahun kontribusinya ke Pemkot Balikpapan hanya Rp125 juta per tahun. Jumlah tersebut tentunya sangat kecil sekali mengingat nilai lahan secara NJOP setiap tahunnya mengalami kenaikan,” kata Syukri Wahid saat ditemui wartawan usai Rapat Dengar Pendapat RDP dengan pengelola Rapak Plaza, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Balikpapan, selaku kepanjangan tangan dari Pemkot Balikpapan.

“Perlu diketahui, aset tersebut adalah milik pemerintah kota yang di-BOT-kan dengan PT. Hasta itu statusnya. Kenapa pemerintah harus terlibat, karena itu asetnya pemerintah,” terang Syukri Wahid.

Lebih lanjut, tambah Syukri Wahid, selama 25 tahun ke depan dengan sistem BOT, Komisi II DPRD Balikpapan juga mengevaluasi kontribusi PT Hasta terhadap Pemerintah Kota Balikpapan yang hanya Rp125 juta pertahun sesuai dengan kesepakatan yang belum pernah di-review ulang.

Oleh karena itu, pihaknya juga memanggil BPKAD dalam RDP karena berkaitan dengan kontribusi. Sesuai dengan perjanjian itu ada amanat dari perjanjian tersebut adalah setiap 2 tahun mereview kontribusi.

“Kalau sejak 2001 sampai saat ini belum ada kenaikan kontribusi, padahal ada NJOP berubah, inflasi berubah, Pemkot Balikpapan sampai sekarang kok tidak menaikkan kontribusi itu,” ujar Syukri.

Menurut Syukri Wahid, ada 4 aset Pemkot Balikpapan yang di-BOT-kan ke pihak swasta dan saat ini hanya pengelola Rapak Plaza dulu yang dipanggil karena yang paling tercepat menjelang akhir kerjasama, yakni berakhir pada 2028 mendatang.

“Jadi satu-satunya BOT kita yang akan selesai itu adalah Rapak Plaza pada 2028 mendatang,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Nurhayati: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here