Terima Kunker DPRD Gunungkidul, Thohari Jelaskan Tentang e-Planning

0
69

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Guna meningkatkan pengetahuan tentang pembangunan kota, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Balikpapan, Selasa (11/02/2020).

Rombongan wakil rakyat dari salah satu kabupaten di Yogyakarta yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Suharno ini diterima Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Aziz dan Subari di ruang Sekwan DPRD Balikpapan.

Dalam pertemuan ini, sejumlah informasi penting digali anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, diantaranya tentang mekanisme perencanaan pembangunan melalui e-planning, e-budgeting serta lainnya.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengatakan, kedatangan rombongan DPRD Gunungkidul di DPRD Balikpapan ini untuk studi banding tentang pembangunan kota. Pasalnya pembangunan di Balikpapan sangat luar biasa.

“Banyak hal yang kita bicarakan sekaligus kami juga mempromosikan wisata kami di Kabupaten Gunungkidul. Di sini memang ada keelokan dari sisi kebersihan dan sebagainya, penataan kota juga bagus, penataan birokrasinya luar biasa,” kata Suharno.

Dia menambahkan, komunikasi antara eksekutif dan legislatif juga bagus. Maka dari itu kedatangan DPRD Gunungkidul di DPRD Balikpapan ini juga untuk meninjau dan akan diaplikasikan dan tiru di Kabupaten Gunungkidul.

“Kemudian bagaimana bergerak untuk kepentingan rakyat, memperjuangkan rakyat, ternyata melalui e-planning, e-pokir dari DPRD Balikpapan ini kami lihat lebih transparan dan membuka aspirasi dari masyarakat, yakni melalui Musrenbang dan e-pokir,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Aziz menjelaskan, kedatangan anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul bertujuan untuk berdiskusi tentang potensi Balikpapan, termasuk berkaitan dengan bagaimana mengakomodir aspirasi masyarakat lewat DPRD.

“Kita sampaikan bahwasanya Balikpapan sudah menggunakan sistem e-planning dan e-budgeting, termasuk masyarakat pun bisa mengisi di e-planning,” kata Thohari.

Artinya, terang Thohari Aziz, mekanisme perencanaan pembangunan melalui e-planning itu sudah dimulai dari Musrenbang tingkat kelurahan, lalu Musrenbang kecamatan dan Musrenbang tingkat kota.

“Intinya kurang lebih saja dengan di sana. Tapi ada tambahan di tahun ini yakni ada dana kelurahan. Mereka juga bertanya tentang potensi PAD di Balikpapan berapa. Kita sampaikan PAD Balikpapan sebesar Rp715 miliar, APBD Rp2,2 triliun,” pungkasnya.

Penulis: Wahyu Sugiarto
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here