RSKD Miliki TCM, Sampel Pasien Covid-19 Tak Lagi Dikirim ke Surabaya

0
392

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Jika sebelumnya pemeriksaan laboratorium untuk sampel pasien terpapar Virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19) mengandalkan Balai Besar Laboratoriun Kesehatan (BBLK) Surabaya atau Jakarta, mulai Selasa 12 Mei 2020 pemeriksaan sampel sudah bisa dilakukan di Balikpapan.

Pasalnya, Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan sudah bisa memeriksa pasien positif atau negatif Covid-19 melalui alat pemeriksaan bernama Test Cepat Molekuler (TCM). Hal itu dikatakan Direktur RSKD Balikpapan, Edy Iskandar, saat jumpa pers di Posko Covid-19 Pemkot Balikpapan, Senin (11/05/2020).

“Saya sampaikan bahwa untuk pemeriksaan pasien positlf Covid-19 atau tidak, kini tidak lagi dikirimkan ke Surabaya karena RSKD Balikpapan sudah memiliki alat untuk mengetahui positif Covid-19 yakni TCM,” kata Edy di hadapan wartawan.

Menurut Edy, TCM merupakan metode pemeriksaan yang sama dengn PCR (polymerase chain reaction) hanya saja lebih modern dan lebih cepat, dengan hanya membutuhkan sekitar 45 menit sudah bisa mendapatkan hasil.

“Alatnya (TCM) sudah datang, tinggal dimanfaatkan saja. Mudah-mudahan, besok sudah bisa digunakan untuk memeriksa pasien positif Covid-19. Barangnya itu yang selama ini dipakai untuk HIV, kemudian diupgrade,” terang Edy.

Untuk pemeriksaan menggunakan TCM ini, papar Edy, sangat terbatas dan tergantung ketersediaan cartridge-nya. Jumlah cartridge bantuan dari Kementerian Kesehatan saat ini sangat terbatas yakni sebanyak 60 cartridge.

Agar alatnya tidak cepat rusak, maka dalam melakukan pemeriksaan, hanya akan digunakan 12 sampel saja perhari. Pasalnya, untuk mengetahui pasien positif atau tidak, persatu pasien satu cartridge.

“Jadi, jika kita mendapatkan bantuan sebanyak 60 cartridge, maka pasien yang bisa diperiksa spesimennya adalah 60 pasien,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyambut gembira dengan adanya alat TCM di RSKD Balikpapan. Selama ini, untuk mengetahui pasien positlf Covid-19 atau tidak, sampel pasien dikirimkan ke Surabaya atau Jakarta.

“Dengan adanya alat ini, kita tidak perlu lagi mengirimkan spesimen pasien Covid-19 ke Surabaya atau ke Jakarta. Semoga alat ini dapat bekerja maksimal dan memudahkan tim medis RSKD Balikpapan untuk memastikan kondisi pasien positif Covid-19 atau tidak,” kata Rizal.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here