Selundupkan 65 Kg Sabu, Warga Pinrang dan Tarakan Terancam Hukuman Mati

0
371

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Jajaran tim Opsnal Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) bersama Intelmob Satbrimob Polda Kaltim menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu siap edar seberat 65 kilogram, Senin (11/05/2020).

Selain menyita 65 kg sabu sebagai barang bukti, polisi juga mengamankan dua warga yang diduga bagian dari sindikat narkoba internasional. Kedua warga tersebut masing-masing berinisial BM (33) warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) dan AS (32) warga Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dir Resnarkoba Polda Kaltim, Kombespol Akhmad Shaury mengatakan, peristiwa penangkapan bermula dari tim Opsnal Subdit 1 Dit Resnarkoba Polda Kaltim bersama Sat Intelmob Sat Briob Polda Kaltim mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada seseorang yang akan membawa narkotika jenis sabu dari Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara ke Samarinda.

“Berdasarkan informasi tersebut tim opsnal Subdit 1 Dit Resnarkoba Polda Kaltim bersama Sat Intelmob Sat Brimob Kaltim langsung bergerak dan didapatkan tentang ciri-ciri pelaku dan kendaraan,” kata Akhmad Shaury.

Kemudian, tambah Akhmad Shaury, tim melaksanakan razia kendaraan di jalan poros Samarinda – Bontang. Sekitar pukul 03.00 Wita, tim berhasil mengamankan 2 unit mobil yakni Toyota Avanza Warna Hitam No. Pol KT 1649 FD dan Mobil Daihatsu Ayla warna kuning dengan No Pol KU 1096 XG beserta 2 orang tersangka yakni BM dan AS.

“Setelah dilaksanakan penggeledahan, tim berhasil menemukan 65 bungkusan narkotika jenis sabu seberat 65 kg dari kedua mobil tersebut,” terangnya.

Dari pengakuan tersangka, aksi menyelundupkan puluhan kilogram sabu ke wilayah hukum Polda Kaltim tersebut mendapat upah sebesar Rp 150 juta perorangannya.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2, junto Pasal 112 ayat 2 dan 132 ayat 1 Undang-Undangan No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati,” jelas Akhmad Shaury.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Muktiono (dua dari kanan) melakukan pengecekan terhadap barang bukti narkotika jenis sabu seberat 65 kg yang digagalkan peredarannya oleh tim Opsnal Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kaltim.

Keberhasilan tim Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kaltim dalam menggagalkan penyelundupan 65 kg sabu ini mendapat perhatian dari Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Drs. Muktiono. Didampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, Irwasda Polda Kaltim Kombes Pol Drs. Edhy Moestofa, Dir Resnarkoba Kombes Pol Drs. Akhmad Shaury, serta Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana melaksanakan pengecekan terhadap barang bukti narkoba yang berhasil diamankan tersebut.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Drs. Muktiono mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja tim Ditresnarkoba yang berhasil menggagalkan penyelundupan sabu sebanyak 65 kg dengan memanfaatkan situasi pandemi Virus Corona (Covid-19) dalam melaksanakan aksinya.

“Sungguh luar biasa kinerja dari rekan – rekan Ditresnarkoba Polda Kaltim yang telah berhasil mengamankan serta menggagalkan peredaran narkotika di wilayah hukum Polda Kaltim di tengah pandemi Covid-19 ini,” ucap Muktiono.

Jenderal bintang dua ini menegaskan kepada seluruh masyarakat, pihaknya akan menindak tegas para pelaku, pengedar atau pengguna narkoba dengan hukuman semaksimal mungkin.

“Kami akan berantas habis para jaringan narkoba tersebut semaksimal mungkin sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, S.I.K., M.H., menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya, warga Kalimantan TImur untuk tidak ikut terlibat atau bahkan sampai menggunakan narkoba.

“Untuk sementara, tersangka beserta barang bukti masih diamankan di Polda Kaltim guna pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Ade Yaya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here