Update Covid-19, Satu Pasien PDP Meninggal Dunia, Miliki Penyakit TBC

0
247

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan kembali mengumumkan perkembangan penanganan kasus Virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19), Jumat (15/05/2020).

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, total pasien positif Covid-19 di Balikpapan tidak ada perubahan, jumlahnya secara keseluruhan 45 orang.

“Alhamdulillah, hari ini ada lagi satu yang sembuh. Jadi yang dirawat hari ini berjumlah 14 orang atau berkurang satu dibandingkan kemarin. Jadi pasien sembuhnya atau yang sudah dua kali swab dan sudah bisa meninggalkan perawatan isolasi di rumah sakit berjumlah 29 orang, yang positif meninggal tetap 2 orang,” kata Rizal Effendi.

Menurut Rizal, satu kasus terkonfirmasi negatif adalah pasien BPN yang nomor 32. Hasil swabnya dua kali berturut-turut negatif yang selama ini dirawat di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sehingga hari ini bisa meninggalkan rumah sakit.

“Pasien PDP kita hari ini cukup banyak mencapai 24 kasus PDP. Jika kemarin tinggal 14, hari ini bertambah 24, kini menjadi 38 orang yang dinyatakan PDP,” tambahnya.

Penambahan ini, terang orang nomor satu di Balikpapan ini, karena juga beberapa rumah sakit swasta telah melaksanakan Rapid Test secara mandiri. Pihaknya bisa mendapatkan hasil Rapid Test ini yang reaktif itu sehingga PDP bertambah 38 orang.

“Kita juga berduka cita ada pasien PDP kita yang hari ini meninggal dunia di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan berusia 20 tahun berjenis kelamin laki-laki karena memiliki riwayat penyakit TB Paru, namun hasil swabnya belum diterima karena dikirim ke BBLK Surabaya,” terang Rizal.

Dia menambahkan, karena yang meninggal dunia statusnya PDP maka sesuai aturan pemakamannya mengikuti protokol Covid-19 yang sudah ditetapkan. Kemudian jumlah ODP (orang dalam pemantauan) hari ini berkurang yang kemarin masih berjumlah 301 orang, hari ini menjadi 266 orang atau berkurang 35 orang.

“Kita masih menunggu spesimen yang dikirim ke Surabaya sebanyak 21 spesimen. Kemudian ada spesimen baru yang kita kirim karena TCM di Kanujoso dan PCR di RSPB belum berfungsi full sehingga sebagian hasil swab masih kita kirim ke Surabaya. Karena itu masih ad 29 spesimen yang kita tunggu,” tutup Rizal.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here