Basarnas Kerahkan Personel Cari Pemancing Tenggelam di Selat Makassar

0
224

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Seorang pemuda yang juga pemancing bernama Bima (20) dikabarkan jatuh di laut di perairan Selat Makassar, Minggu (31/05/2020).

Diduga, warga Jalan RE. Martadinata, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Balikpapan Tengah tertidur di kapal yang membawanya ke lokasi mancing hingga jatuh ke laut dan tenggelam. Saat ini, korban dalam pencarian tim gabungan dari Basarnas Balikpapan, BPBD Balikpapan, Banda Indonesia serta relawan kemanusiaan Kota Balikpapan lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A (Basarnas) Balikpapan Gusti Anwar Mulyadi melalui Ka. Sie. Ops, Octavianto mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya kecelakaan air di perairan Selat Makassar, Kalimantan Timur, terhadap seorang pemancing bernama Bima (20) pada Minggu 31 Mei 2020 sekira pukul 08.20 Wita.

“Mendapat laporan tersebut, Basarnas Balikpapan mengerahkan personel dan bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian terhadap keberadaan korban. Namun, sebelum bergerak kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar kegiatan pencarian korban jatuh di laut dapat terlaksana dengan baik, aman, lancar dan sukses,” kata Octavianto.

Dia menambahkan, dari laporan saksi bernama Ari yang juga teman korban saat perjalanan menuju ke lokasi pemancingan di tengah laut, pada pukul 06:00 Wita, lemancing dengan POB 10 orang berangkat dari Jembatan Manggar, tujuannya RIG di Selat Makassar untuk melakukan kegiatan memancing ikan menggunakan kapal klotok.

“Namun, di tengah perjalanan sekira pukul 07.00 Wita, satu orang pemancing atas nama Bima sudah tidak ada di kapal yang sedang berjalan ke lokasi mancing. Setelah dilaksanakan pengecekan dan pencarian oleh rekan korban, korban tidak ditemukan. Hilangnya korban yang diduga jatuh ke laut ini kemudian dilaporkan ke Kantor Basarnas Balikpapan,” tambah Octavianto.

Selanjutnya, terang Octa, sapaan akrab Octavianto, tim rescue Basarnas Balikpapan bergerak menuju lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan KN.408 dan peralatan SAR air. Sementara, alat utama yang digunakan selain KN.408 adalah truck angkut, rubber boat, dan alat komunikasi serta melibatkan rescuer KPP Balikpapan dan masyarakat

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here