Minta Pasar Dibuka, Puluhan Pedagang Muara Rapak “Geruduk” Kantor Pengelola

0
329

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Sekitar 60 lebih pedagang lantai 1 Pasar Muara Rapak “menggeruduk” atau mendatangi kantor pengelola Rapak Plaza di kompleks plaza Jalan Soekarno Hatta Balikpapan Utara, Sabtu (01/08/2020) sekira pukul 10.00 Wita.

Kedatangan puluhan pedagang ini tak lain sebagai bentuk aksi protes atas kebijakan pengelola Rapak Plaza yang melakukan penutupan sementara pasar selama 3 hari, pasca ditemukannya sekitar 33 pedagang Pasar Muara Rapak (lantai dasar Rapak Plaza) yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, sesuai interuksi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Ketua Pedagang Lantai 1 Pasar Rapak, H. Andi Ridwan mengatakan, pedagang lantai 1 Pasar Rapak protes atas penutupan sementara yang dilakukan oleh pengelola, karena dapat mematikan usaha pedagang.

“Kami protes atas penutupan sementara lantai 1 oleh pengelola Rapak Plaza. Kalau kebijakan harus ditutup silakan, tapi kami juga harus diperhatikan. Paling tidak kami diberi kompensasi dari Pemkot Balikpapan, khususnya pengelola Rapak Plaza yakni pembebasan service charge (biaya layanan). Ini masalah perut,” kata Ridwan.

Dia menambahkan, pihaknya sebagai pedagang meminta kepada pengelola supaya pasar beroperasi seperti sedia kala, normal saja, jangan ditutup karena ini masalah perut, atau masalah makan.

“Bagi kami masalah makan itu lebih penting dari pada Covid-19. Kami sudah menjalankan protokol kesehatan sebagaimana mestinya kok,” tambah Ridwan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pengelola juga sudah melaksanakan penyemprotan disinfektan rutin, penggunaan masker. Begitu juga dengan hand sanitizer juga disediakan di masing-masing toko atau kios. Di setiap pintu masuk juga diperiksa dengan pengukur suhu badan serta lainnya.

“Jadi tidak usah takut. Kalau kami tutup, siapa yang mau kasih makan. Pemkot juga tidak ada solusi, atau bantuan. Coba ada dispensasi atau bantuan dari Pemkot Balikpapan, misalnya Rp 1 juta per pedagang tutup 3 hari. Tidak apa pa sudah. Ini tidak ada, semua disuruh tutup begitu saja,” ungkapnya.

Perwakilan pengelola Rapak Plaza, Hamzah menerima dan memberikan penjelasan kepada puluhan pedagang yang protes atas penutupan pasar akibat Covid-19.

Akibat kebijakan tersebut, tentu pedagang sangat kecewa karena penutupan tidak dibarengi dengan pemberian dispensasi atau bantuan.

“Sangat kecewa sekali. Ini lagi pintu dibuka separuh, lampu separuh dimatikan. Ndak boleh, sama saja menakut nakuti pembeli. Buat apa kami di pasar kalau tidak ada pembelinya,” tukas Ridwan.

Perwakilan Pengelola Pasar Muara Rapak bernama Hamzah yang menerima puluhan pedagang tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, penutupan merupakan kebijakan dari Pemkot Balikpapan, yakni Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mohon maaf, kebijakan ini sesuai interuksi pemerintah kota dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan. Nanti dari tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan akan menemui bapak-bapak. Kalau ada interuksi baru kita laksanakan,” ujar Hamzah.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang juga Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menjelaskan jika aksi puluhan pedagang Pasar Muara Rapak tersebut bukan unjuk rasa. Namun, pedagang hanya menyampaikan aspirasinya atas penutupan sementara pasar selama 3 hari.

“Bukan demo, pedagang hanya menyampaikan aspirasinya kepada pengelola. Saya sudah mendapat laporan terakhir mereka sudah menerima sampai hari Senin,” kata Rizal.

“Saya memahami apa yang mereka sampaikan karena ini menyangkut kegiatan atau kebutuhan ekonomi mereka. Tapi kan ini demi kebaikan bersama, dan mereka sudah bisa menerima. Mudah mudahan, setelah ditutup 3 hari kondisinya sehat dan normal kembali,” pungkas Rizal.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here