Kisah Hasmon, Rela Dorong Mobil Demi Listriki 6 Desa di Malinau

0
355

Kabargupas.com, MALINAU – Perjuangan petugas PLN untuk melistriki desa-desa terpencil memiliki tantangan tersendiri. Jarak yang jauh dan akses yang sulit ditempuh menjadi tantangan yang kerap ditemui oleh PLN.

Hasmon Karaeng, petugas PLN yang bertindak sebagai pengawas proyek listrik pedesaan, harus melalui perjalanan sejauh 62.5 kilometer (KM) dengan jalan berupa medan tambang yang belum beraspal.

Durasi perjalanan selama 2 jam harus ditempuh dari pusat kota Malinau demi melistriki 6 desa di Kecamatan Malinau Selatan dan Kecamatan Malinau Selatan Ilir, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketika hujan turun, tak jarang mobil yang digunakan untuk mengangkut material terjebak dalam kubangan tanah berlumpur, jalan menanjak yang licin serta lainnya.

“Terpaksa kita turun dari mobil dan mendorong. Kalau tidak, ya kita tidak bisa sampai ke lokasi pembangunan,” kata Hasmon.

Meskipun penuh dengan tantangan, Hasmon dan kawan-kawannya selalu menjalani pekerjaan dengan penuh kerelaan dan keikhlasan.

“Ikhlas, sangat ikhlas. Seluruh lelah perjuangan terbayar ketika melihat desa-desa terang menyala,” ungkapnya.

Perjuangan petugas PLN dalam pemasangan jaringan listrik untuk melistriki 6 desa di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UIW Kaltimra), Sigit Witjaksono dalam siaran persnya mengatakan, PLN terus mewujudkan komitmen untuk menerangi hingga ke ujung negeri.

Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur untuk melistriki 6 desa yang tersebar Kecamatan Malinau Selatan dan Kecamatan Malinau Selatan Ilir yang kini telah rampung. Keenam desa tersebut adalah Desa Bila Bekayuk, Long Loreh, Sengayan, Pelencau, Long Adiu, Punan Long Adiu.

“Pekerjaan konstruksi tiang dan penarikan jaringan sudah dilakukan. Sekarang tim tengah memastikan kesiapan material untuk penyambungan listrik bagi calon pelanggan pada keenam desa tersebut. PLN tengah menanti untuk segera menyambung sedikitnya 600 calon pelanggan baru disana,” jelas Sigit.

Dia menambahkan, untuk melistriki enam desa tersebut PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 33.23 kilometer sirkit (kms) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 10.19 kms. Pasokan listriknya akan disuplai oleh PLTD Malinau yang saat ini berjalan dengan sistem isolated.

“Selesainya proyek pembangunan listrik pedesaan di Malinau tentunya merupakan angin segar bagi para warga yang telah mendamba listrik. Selama ini, masyarakat mengandalkan genset pribadi dan listrik swadaya untuk menyalakan listrik di rumah-rumah,” tambahnya.

Saat ini PLN tengah melakukan persiapan sosialisasi kelistrikan, sambil menunggu kesiapan penyambungan bagi warga di sana.

“Sosialisasi sebelum penyambungan listrik perlu kita lakukan, supaya warga memahami bagaimana menggunakan listrik secara aman dan bahaya apa yang harus diwaspadai. Kita berharap semuanya berjalan lancar supaya listrik untuk 6 desa itu segera tersambung sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” tutup Sigit.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here