Dituding Palsukan Dokumen, Herlina Laporkan Oknum Tomas Muara Jawa ke Polisi

0
744

Kabargupas.com, KUKAR – Upaya mencari keadilan dalam kasus dugaan pencemaran nama baik yang dialami Herlina (54), warga Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus dilakukan.

Herlina dituding telah memalsukan dokumen penting dalam permasalahan penjualan tanah oleh oknum tokoh masyarakat Muara Jawa, Kukar berinisial SA dalam sebuah pertemuan yang membahas tentang pembayaran pembelian tanah.

Untuk memastikan kasusnya tetap ditangani oleh aparat kepolisian, Herlina memenuhi panggilan penyidik Polsek Muara Jawa di kawasan Jalan Ir. Soekarno, Kukar, Selasa (25/08/2020).

Saat memenuhi panggilan penyidik Polsek Muara Jawa, Herlina didampingi sejumlah pengacara yang datang khusus dari Balikpapan untuk melakukan pendampingan. Para pengacara itu adalah Muh. Thalib SH MH, Fajar Angga Kusuma SH dan Tezar Ery Fansyah SH.

Pelapor, Herlina mengatakan, tudingan tentang pemalsuan dokumen penting terkait pembayaran pembelian tanah seperti yang disampaikan SA tidak benar. Dan dirinya tidak terima atas perlakuan tersebut.

“Sesuai prosedur hukum, saya maunya segera ditindaklanjuti laporan saya. Tuduhan memalsukan surat penunjukan serta penghinaan tersebut sangat lah menyangkitkan hati saya. Saya tidak terima,” kata Herlina.

Suasana di Mako Polsek Muara Jawa Kabupaten Kutai Kartanegara.

Oleh karena itu, dia minta keadilan buat dirinya, sekaligus minta diselesaikan apa yang menjadi haknya yakni pembayaran atas tanah yang dijual melalui dirinya.

Kapolsek Muara Jawa, Iptu Nursan saat ditemui awak media membenarkan jika pihaknya memanggil pelapor bernama Herlina untuk diambil keterangannya sebagai pelapor atas peristiwa yang dialaminya, beberapa waktu lalu.

Menurut Nursan, laporan yang disampaikan Herlina ke Polsek Muara Jawa terkait dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh SA, saat ini sudah ditindaklanjuti.

“Sudah kita lakukan penyelidikan sampai hari ini kita juga mengundang dua saksi. Namun saya belum mendapatkan laporan dari penyidik sampai dimana keterangannya, apakah benar laporan terkait masalah pencemaran nama baik itu, memang ada saksi yang mendukung,” jelasnya.

Perwira polisi berpangkat balok dua di pundak ini membantah jika laporan Herlina di Polsek Muara Jawa tidak ada tanggapan atau respon. Seperti yang ditudingkan oleh Herlina sebagai pelapor.

“Yang disampaikan tidak seperti itu, karena kami pun pada saat kejadian sampai subuh Bu Herlina datang menyampaikan satu permasalahan terkait masalah pencemaran nama baik ini, kita sampaikan bahwa datang nanti pada saat siang hari saja karena ini subuh jam 3. Sampai kapanpun kita menunggu Bu Herlina. Namun sampai saat ini yang disampaikan adalah pencemaran nama baik,” ungkap Nursan.

Kapolsek Muara Jawa Iptu Nursan S. Pd saat menerima awak media di ruang kerjanya.

Terkait laporan tentang dugaan pengancaman, terang Nursan, ini juga sudah dilakukan respon dengan melakukan penyelidikan. Dan sampai saat ini sudah ada tiga saksi yang diambil keterangannya.

Dia menambahkan, kalau menurut keterangan tiga saksi, terkait laporannya itu belum ada bukti yang mengarah ke perbuatan tersebut. Terkait pelayanan Polri kepada masyarakat, Nursan memastikan jika pihaknya profesional dan akuntabel.

“Semua bentuk laporan pengaduan masyarakat kita respon dan dipertanggungjawabkan. Bentuk tanggung jawab itu kita memberikan perkembangan hasil penyelidikan. Ini sudah kita sampaikan kemarin kepada pihak pelapor,” tukasnya.

“Jika saksi sudah kita anggap cukup, kita akan lakukan gelar perkara. Apakah perkara tersebut cukup bukti untuk dinaikan ke penyidikan,” kata Nursan.

Sementara itu, SA, oknum tokoh masyarakat Muara Jawa yang dilaporkan Herlina melakukan penghinaan, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya pada pukul 11.30 Wita, tidak bisa dihubungi. Nada sambung telepon selulernya masuk, namun SA enggan menerima. Begitu pula anak terlapor, yakni SD yang kala itu juga berada di lokasi kejadian, tidak bisa dihubungi.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here