KPU Kukuhkan 25 Relawan Demokrasi Pilkada Balikpapan

0
399

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Sebanyak 25 Relawan Demokrasi pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan tahun 2020 dikukuhkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan, Sabtu (12/09/2020).

Pengukuhan puluhan Relawan Demokrasi dilakukan Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha dan digelar di halaman Kantor KPU Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, disaksikan Komisioner KPU Balikpapan Mega Fariyani Feri, staf KPU Balikpapan serta lainnya.

Usai dikukuhkan, puluhan Relawan Demokrasi Pilkada Balikpapan, selanjutnya mengikuti pembekalan tentang tahapan Pilkada serta aturan-aturannya yang dilaksanakan di aula Kantor KPU Balikpapan.

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, sebanyak 25 Relawan Demokrasi dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dikukuhkan pada hari ini (Sabtu, red) oleh KPU Balikpapan dan mulai bekerja membantu KPU dalam rangka sosialisasi.

“Ada lima segmen yang kita angkat, mulai dari pemula, perempuan, warga net, difabel dan rohaniawan (keagamaan itu akan membantu sosialisasi,” kata Noor Thoha.

Pria yang akrab disapa Thoha ini menambahkan, Relawan Demokrasi ini dipilih dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Pilkada serentak.

Puluhan Relawan Demokrasi Pilkada Balikpapan yang siap dikukuhkan oleh Ketua KPU Balikpapan di halaman Kantor KPU Balikpapan, Sabtu (12/09/2020).

“Selain itu relawan Demokrasi ini dipilih juga memiliki tujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang,” terangnya.

Sebagai mitra KPU, ujar Thoha, Relawan Demokrasi ini bertugas untuk mengawal jalannya Pilkada 2020 dengan melawan hoaks yang berkembang di tengah masyarakat dan bertindak untuk pendidikan bagi pemilih, lebih bersifat membangun pengetahuan dan membangun kesadaran bersama.

“Para relawan juga diamanatkan untuk melawan politisasi isu suku, agama, ras, antargolongan (SARA) dalam Pilkada serta melawan politik uang dan memberikan pendidikan politik terkait hal itu kepada masyarakat,” tukasnya.

Menurut Thoha, tugas yang diemban para Relawan Demokrasi adalah sesuai dengan segmennya, yakni kalau dia berada di basis perempuan, dia nanti menemui basis-basis perempuan. Begitu pula dengan yang difabel, melakukan kegiatan-kegiatan dengan teman-teman difabel, dan seterusnya.

“Nanti akan kita monitor, dan mereka tidak dapat honor atau tidak dapat gaji, namanya saja relawan. Tapi setiap kegiatan kita kasih uang transport dan dilaksanakan selama 2 bulan, mulai September ini hingga menjelang pemungutan suara,” tutup Thoha.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here