RDP, Komisi II Mediasi Pedagang dan Pengelola Pasar Baru Square

0
397

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait akses jalan dan pembatasan fasilitas di lingkungan Pasar Baru Square yang diduga dilakukan secara sepihak oleh pengelola Mall Balcony yakni PT Hasta Kreasi Mandiri (HKM), Komisi II DPRD Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Selasa (15/09/2020).

RDP yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle ini, menghadirkan perwakilan pedagang Pasar Baru Square, perwakilan manajemen PT HKM, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Balikpapan, diantaranya Satpol PP Balikpapan, Disperindagkop Balikpapan serta lainnya.

Pedagang Pasar Baru Square, Nurdin Ismail mengatakan, pihaknya berharap melalui mediasi ini pengelola Pasar Baru Square berinovasi dan berkreasi menghidupkan kembali pasar tradisional, khususnya di lantai dasar Pasar Baru Square ini.

“Mungkin ada kendala miskomunikasi yang tidak bisa ketemu hingga difasilitasi oleh dewan. Harapan kita dari mediasi ini di dewan ini pihak pengelola mau peduli dengan pedagang kecil di lantai bawah,” kata Nurdin saat ditemui wartawan usai RDP.

Tiga perwakilan pedagang Pasar Baru yang menghadiri RDP Komisi II DPRD Balikpapan bersama manajemen PT HKM di DPRD Balikpapan.

Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli mengatakan, hasil dari RDP ini intinya ada satu yakni ada usulan pedagang agar akses jalan di lingkungan pasar dibuka kembali.

“Intinya seperti itu. Langkah yang akan diambil Satpol PP menunggu mereka sepakat dulu antara manajemen dengan pedagang. Dan sebetulnya tidak harus sampai ke sini (DPRD),” ujar Zulkifli.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle mengatakan, RDP yang digelar tadi ada memfasilitasi pertemuan antara pedagang yang ada di Pasar Baru dengan manajemen PT Hasta Kreasi Mandiri. Itu dilakukan karena ada beberapa hal yakni akses jalan di sekitar Pasar Baru yang ditutup oleh perusahaan tersebut.

“Tadi ada 10 tuntutan yang disampaikan pedagang kepada Komisi II DPRD Balikpapan diantaranya ada di dalam item 9 dan 10, salah satunya itu penutupan akses jalan menyebabkan lalu lalang pengunjung maupun pedagang ini terganggu,” kata Sabaruddin kepada kabargupas.com.

Yang kedua, tambah Sabaruddin, yang dikeluhkan pedagang Pasar Baru Square ini adalah tidak difungsikannya escalator (tangga berjalan) oleh pengelola. Pihaknya coba mengkonfrontir alasan perusahaan menutup akses jalan tersebut.

Wakil Ketua II DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle.

“Klarifikasinya adalah penutupan akses jalan itu karena bau dari dalam pasar tersebut menyebar dan mengganggu pengunjung yang ada di mall. Sehingga kami sampaikan bahwa ketika komitmen dari masyarakat untuk bisa bekerja sama dalam menjaga kebersihan, atau diindahkan, apakah akses tersebut bisa dibuka, dan perusahaan menyatakan sanggup,” terang Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Timur ini.

DPRD Balikpapan, tambah politisi Partai Gerindra Balikpapan ini, pihaknya juga mengimbau para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar sehingga baunya tidak menyebar kemana-mana.

Menurut Sabaruddin, pedagang juga menyoroti tentang manajemennya yang kurang transparan. Ditambah dengan kurang dan minimnya pengunjung sehingga penyewa tenan-tenan hengkang, dikarenakan tidak adanya program-program kegiatan yang dapat menarik minat masyarakat berkunjung.

“Sehingga, kita sampaikan kepada Disperindagkop dan Dinas Pariwisata untuk membina para pelaku UMKM kita dengan membuat sejumlah program yang dapat meningkatkan kunjungan ke Pasar Baru Square ini,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here