Bapemperda Akan Masukkan Raperda Covid-19 Jadi Perda Inisiatif DPRD

0
439

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur akan menindaklanjuti usulan tentang pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Khusus Penanganan Covid-19.

Bahkan, Bapemperda DPRD Balikpapan akan memasukkan Rancangan Peraturan Daerda (Raperda) tersebut sebagai Perda inisiatif DPRD Balikpapan karena sifatnya yang mendesak.

Ketua Bapemperda DPRD Balikpapan Andi Arif Agung mengatakan, pada prinsipnya Bapemperda mempunyai program Perda yang di tahun ini siap untuk dilakukan pembahasan, sampai digodok jadi Perda. Program Perda 2020 itu kurang lebih ada 19 Raperda.

“Dalam situasi itu, juga kemarin kita mengesahkan, bahwa kita menggunakan sistem komulatif terbuka. Dalam artian, apabila di tengah perjalanan ada peraturan daerah yang memang krusial untuk diajukan dan kemudian untuk disahkan di luar 19 judul, itu bisa dilakukan,” kata Andi Arif Agung saat ditemui kabargupas.com, Jumat (25/09/2020), siang tadi.

Menurut Andi Arif Agung, hal itu bisa dilakukan untuk mensiasati adanya kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat diantaranya terkait masalah IKN (ibu kota negara), seperti kesepakatan kemarin. Tapi ternyata ada situasi yang jauh lebih mendesak yaitu persoalan menyangkut Covid-19.

“Saya juga tadi baru disampaikan Ketua DPRD, kira-kira Bapemperda siap kah kalau kita buat program baru untuk Rancangan Peraturan Daerah yang menyangkut masalah penanganan Covid-19. Ya kita bilang siap saja walaupun memang waktu yang dikasih atau dideadline sama DPRD ini kurang lebih 1 bulan setengah, karena ada mekanisme yang harus mengkonsultasikan situasi ini ke Kanwil Menkumham,” terangnya.

Pihaknya, lanjut politisi Partai Golkar ini, dipembahasan tingkat pertama itu melalui mekanisme nota penjelasan, penyampaian nota penjelasan, pandangan wali kota, kemudian pandangan fraksi, selesai. Itu sudah masuk pembicaraan tingkat pertama. Kemudian disinkronisasikan kepada Menkumham, Kanwil di Samarinda. Itu menjadi proses yang agak lama, bisa makan waktu antara 1-2 bulan.

“Nanti disitu prosesnya yang akan kita percepat. Untuk ditingkatan pembahasan, pastinya kita akan mengambil referensi dari Perpu yang kemarin, yaitu tentang pandemi yang dari pusat, baru SKB tiga menteri, dari provinsi tentang peraturan-peraturan Covid-19 serta Perwali tentang Penanganan Covid-19, dan perlakuan jam malam,” ungkapnya.

Nanti, pihaknya juga akan mengundang tim dari Bapemperda, mengundang bagian hukum, untuk membuat kerangkanya. Jadi, ujar anggota DPRD dari Komisi I, Perda ini mau mengatur tentang apa. Apakah khusus mengatur tentang persoalan kesehatannya, mengatur tentang sosial masyarakatnya atau lainnya.

“Itu yang kemudian menjadi kerangkanya. Nanti kita juga akan mencari referensi daerah mana saja yang sudah membuat Perda tersebut. Dan Perda ini nantinya menjadi Perda inisiatif DPRD,” tutupnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here