Unjuk Rasa Lanjutan Tolak UU Cipta Kerja Berlangsung Tertib

0
510

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Aksi unjuk rasa lanjutan menolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja kembali dilakukan ratusan mahasiswa dari sejumlah universitas Kota Minyak di depan Kantor DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (14/10/2020).

Unjuk rasa ratusan mahasiswa ini dilakukan untuk menyampaikan kembali aspirasinya tentang penolakan disahkannya Undang Undang Cipta Kerja. Sebelumnya, dua hari berturut turut mereka menyampaikan aspirasinya hingga aksi unjuk rasa berjalan rusuh. Selain puluhan mahasiswa dan pelajar diamankan, dalam unjuk rasa lalu Kapolresta Balikpapan ikut menjadi korban pelemparan benda keras hingga mengenai kepalanya.

Kali ini, unjuk rasa berlangsung tertib dan lancar. Diawali dengan aksi unjuk rasa di pertigaan lampu merah Balikpapan Plaza dengan tajuk Pengadilan Jalanan. Kemudian, aksi dilanjutkan dengan longmarch dari pertigaan lampu merah Balikpapan Plaza ke Kantor DPRD Balikpapan.

Sayang, aksi mereka terhalang oleh kawat berduri yang dipasang oleh aparat kepolisian guna mengantisipasi aksi unjuk rasa anarkis. Di lokasi ini, sejumlah perwakilan mahasiswa menyampaikan orasinya berkaitan dengan penolakan disahkannya UU Cipta Kerja tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga menggelar treatikal tentang penolakan UU Cipta Kerja, yang dinilainya tidak sesuai harapan masyarakat serta ada dugaan pembuatan UU Cipta Kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan. Mereka juga mengecam para legislator yang dianggap berperan terhadap disahkannya UU Cipta Kerja tersebut.

Pengunjuk rasa, Yosep mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan hari ini adalah bagian dari aksi sebelumnya. Namun, aksi tetap dilakukan sebagai bentuk penolakan disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Aksi yang kami lakukan ini adalah aksi lanjutan karena kami menolak disahkannya UU Cipta Kerja karena pengesahannya diduga tidak sesuai ketentuan,” kata Yosep.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Balikpapan mendapat perhatian anggota DPRD Balikpapan. Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh bersama Wakil Ketua II dan III Sabaruddin Panrecalle dan Subari menyaksikan langsung aksi ratusan mahasiswa tersebut. Hadir juga anggota DPRD Balikpapan lainnya diantaranya Sandy Ardian, Taufik Qulrahman, Johny Ng, Parlindungan, Muhammad Taqwa, Doris Eko Deswanto, Nelly Turuallo, dan Rahmatia didampingi Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebril Sesa, Dandim 0905 Balikpapan serta lainnya.

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh menyambut baik aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa Balikpapan yang menyampaikan aspirasinya dengan tertib. Pihaknya juga mempersilakan mahasiswa jika ingin bertemu anggota DPRD untuk berdialog dan menyampaikan aspirasinya.

“Kami tidak keberatan dengan aksi unjuk rasa yang digelar para mahasiswa selama aksinya berlangsung tertib dan tidak anarkis,” kata Abdulloh.

Sementara itu, Wakapolresta Balikpapan, AKBP Sebril Sesa mengapresiasi para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya di DPRD Balikpapan yang tertib tanpa ada aksi yang merugikan masyarakat.

“Sebanyak 500 aparat kepolisian kita libatkan dalam pengamanan aksi unjuk rasa ini, seperti personel dari Polresta Balikpapan, Brimob Polda Kaltim, Satpol PP, Kodim, Dishub, Dinas Kesehatan, Damkar, BPBD Balikpapan serta lainnya,” kata Sebril.

Aksi unjuk rasa berakhir sekira pukul 17.30 Wita. Ratusan mahasiswa berangsur-angsur membubarkan diri dan meninggalkan lokasi aksi di bawah pengawasan aparat kepolisian.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here