Pansus Covid-19 Sampaikan 8 Rekomendasi ke Pemkot Balikpapan

0
407

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Sebanyak delapan rekomendasi disampaikan Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (26/10/2020).

Rekomendasi tersebut disampaikan Ketua Pansus Covid-19 Syukri Wahid dalam rapat paripurna DPRD yang digelar secara virtual di ruang rapat gabungan Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, dipimpin Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle, disaksikan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Balikpapan Syukri Wahid mengatakan, Covid-19 ini tidak berhenti, terus menerus dan akan ada penyesuaian peraturan. Karena itu, Pansus Covid-19 DPRD Balikpapan merekomendasikan untuk menambah klausul pada Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada membahas tentang larangan-larangan itu.

Yang kedua, juga bisa dalam bentuk peraturan yang baru. Alhamdulillah, Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) sudah mensounding. Kemungkinan akan melakukan satu revisi Perda, namanya Perda Ketertiban Umum atau Perda Bencana, untuk masukan poin-poin Perwali (Peraturan Wali Kota), khususnya untuk menegakkan protokol kesehatan itu dalam penetapan Perda.

“Konsekuensinya adalah kalau itu menjadi Perda, maka pelanggaran-pelanggaran seperti masker yang digunakan tapi tidak digunakan, itu menjadi pelanggaran pidana ringan (tipiring). Itu konsekuensinya,” kata Syukri Wahid usai kegiatan.

Jadi, tambah Syukri Wahid, jauh lebih kuat dan pemerintah punya otoritas untuk menegakkan bukan lagi pakai Perwali tapi pakai Perda. Pihaknya juga meminta anggaran Covid-19 sebesar Rp 137 miliar ini dipublikasikan.

“Beberapa Pemerintah Daerah bahkan mengadvertorialkan di media untuk mentransparansikan kegiatan tersebut,” tambahnya.

“Yang tidak kalah pentingnya, karena setengahnya jaring pengaman sosial maka kita minta ini momentum untuk mengupdate database kependudukan warga Balikpapan terkait dengan klaster penerima itu,” ungkap politisi PKS ini.

Berikut 8 rekomendasi yang disampaikan Pansus Covid-19 DPRD Balikpapan:

1. Menyusun pelaporan penggunaan seluruh anggaran belanja tak terduga setiap bulannya untuk kemudian dilakukan audit secara berkala oleh inspektorat Kota Balikpapan sebagai langkah preventif sebelum dilakukan audit oleh BPK.

2. Menindak tegas kepada oknum pegawai jika terbukti melakukan penyimpangan atas penggunaan belanja tidak terduga penanganan Covid-19 Balikpapan.

3. Pemkot Balikpapan mempublikasikan hasil laporan penggunaan anggaran Covid-19 yang dialokasikan dalam belanja tidak terduga tahun 2020.

4. Pada program penanganan Covid-19, Pemkot Balikpapan diminta mengedepankan tindakan preventif melalui pengetatan keprotokolan Covid-19 di segala bidang dalam tatanan kehidupan normal baru guna menguatan ekonomi masyarakat yang sempat melemah akibat adanya Covid-19.

5. Melakukan kajian dan pertimbangan aspek ekonomi, sosial, dan kesehatan guna menentukan status darurat kesehatan atau PSBB.

6. Pemkot Balikpapan melalui Dinas Sosial maupun instansi terkait diminta agar segera memperbaharui data warga penerima dana bantuan, dan mengklasifikasikan warga penerima bantuan, baik dari program pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat guna menghindari adanya tumpang tindih koordinasi penerima bantuan sehingga tepat sasaran.

7. Membuat laporan pendistribusian dan pengelolaan bantuan dari perseorangan maupun CSR perusahaan yang telah diterima selama pandemi Covid-19. Dan juga seluruh bantuan yang akan diterima ke depan. Laporan dimaksud agar diserahkan kepada instansi profesi internal dan DPRD kota Balikpapan sebagai tembusan guna pertanggungjawaban kepada masyarakat.

8. Pemkot bersama DPRD Balikpapan merumuskan pola penanganan Covid-19 di segala aspek kegiatan yang menjadi tanggung jawab pemerintah dan menuangkannya dalam instrumen kebijakan yang mengikat secara yuridis, baik sebagai klausul tambahan dalam Peraturan Daerah yang telah mengandung aspek-aspek tertentu dan atau menyusun Rancangan Peraturan Daerah untuk penanganan Covid-19 di Kota Balikpapan.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here