by

HUT ke-129 Balikpapan, DPRD Soroti Banjir dan Lemahnya Perawatan Drainase

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan yang jatuh pada 10 Februari 2026, berbagai persoalan perkotaan masih menjadi sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (9/2/2026). Mulai dari pengupasan lahan hingga persoalan banjir dinilai belum tertangani secara optimal.

Anggota DPRD Kota Balikpapan, Halili Adinegara, mengatakan usia Kota Balikpapan yang telah mencapai 129 tahun menunjukkan kematangan sebagai sebuah kota. Namun, kemajuan yang dicapai harus diimbangi dengan penyelesaian persoalan mendasar yang masih dirasakan masyarakat.

“Dengan usia 129 tahun, Kota Balikpapan tentu sudah sangat dewasa. Perkembangannya juga sudah signifikan. Tapi ke depan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” ujar Halili, Senin (9/2/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, persoalan banjir hingga kini masih menjadi momok bagi warga Balikpapan. Meski anggaran penanganan banjir telah digelontorkan cukup besar, hasilnya dinilai belum maksimal.

“Penanganan banjir sudah menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, tapi sampai sekarang belum juga tuntas. Ini perlu dievaluasi, apakah persoalannya ada pada perencanaan atau pelaksanaannya,” tegasnya.

Halili juga menyoroti kondisi sedimentasi di kawasan Jalan MT Haryono, khususnya di depan PDAM MT Haryono, yang menurutnya sudah bertahun-tahun tidak dilakukan pengerukan.

“Saya minta Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, jangan hanya fokus membangun, tetapi juga melakukan perawatan. Sungai di depan PDAM MT Haryono itu merupakan titik temu aliran air dari beberapa kawasan. Kalau tidak dikeruk, banjir akan terus terjadi,” katanya.

Ia menambahkan, persoalan serupa juga terjadi di Kampung Timur, Kecamatan Balikpapan Utara. Meski pembangunan drainase dan normalisasi daerah aliran sungai telah dilakukan, banjir masih kerap melanda kawasan tersebut.

“Masalahnya ada pada penyempitan sungai menuju bozem yang baru dibangun karena pembebasan lahan warga belum tuntas. Kalau itu tidak dinormalisasi atau dilengkapi drainase, banjir akan terus terjadi,” ungkapnya.

Momentum HUT ke-129 Kota Balikpapan ini, lanjut Halili, seharusnya menjadi pengingat bagi pemerintah kota untuk lebih serius dan maksimal dalam menangani persoalan banjir.

“Saya berharap pemerintah kota benar-benar fokus dan serius menyelesaikan persoalan banjir demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Poniran | Adv

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed