by

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Ratusan Pekerja di Pertamina Jalani Pemeriksaan NAPZA

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Sebanyak 504 peserta yang terdiri dari jajaran manajemen, pekerja staf, serta tenaga kerja pendukung operasional di lingkungan perusahaan mengikuti pemeriksaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menerapkan kebijakan pencegahan penyalahgunaan alkohol, obat-obatan terlarang, dan pengelolaan HIV/AIDS di tempat kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menjaga budaya kerja yang berintegritas sekaligus memitigasi risiko operasional yang dapat timbul akibat penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya,” kata Edi Mangun, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026).

Edi menjelaskan, kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan melalui mekanisme pemeriksaan urine menggunakan tujuh parameter yang dilaksanakan secara tertib dan terjadwal dengan menerapkan prosedur yang berlaku.

“Keselamatan kerja merupakan prioritas utama dalam seluruh kegiatan operasional Pertamina Patra Niaga. Melalui pemeriksaan NAPZA secara berkala, kami ingin memastikan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika maupun zat adiktif lainnya,” tandasnya.

“Selain itu, kegiatan ini juga bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional sekaligus melindungi seluruh pekerja dan masyarakat,” sambung Edi.

Menurutnya, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh unsur perusahaan dan pemangku kepentingan terkait. Oleh karena itu, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat berbagai program edukasi, sosialisasi, serta pengawasan sebagai bagian dari implementasi budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) di lingkungan kerja.

“Budaya kerja yang sehat dan berintegritas menjadi fondasi penting dalam mendukung kinerja perusahaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri, lingkungan kerja, dan keberlangsungan operasional perusahaan dari risiko penyalahgunaan NAPZA,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan diawali dengan pengujian sampel urine menggunakan tujuh parameter. Apabila ditemukan hasil reaktif atau dugaan positif, maka peserta akan menjalani asesmen bersama konselor BNN untuk memperoleh pendalaman lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil asesmen tersebut, apabila diperlukan akan dilakukan uji konfirmasi menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) guna memastikan adanya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA),” tutup Edi.

Poniran | Ist

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed