by

Harga Cabai Rawit Naik di Pasar Pandansari, Faktor Cuaca Jadi Penyebab

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Harga cabai rawit dalam beberapa hari terakhir di Pasar Pandansari mengalami kenaikan mencapai Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. Sementara untuk yang cabai rawit tanpa gagang (bersih) harganya menyentuh Rp 35.000-Rp 40.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Pandansari, Rizki, mengatakan bahwa kenaikan cabai rawit ini telah berlangsung dalam dua pekan terakhir. Kenaikan ini dipengaruhi cuaca yang tidak menentu. 

“Kenaikan harga cabai rawit ini karena kondisi cuaca di daerah penghasil yang tidak stabil, hujan menjadi salah satu faktor utama. Sehingga menjadi kendala bagi para petani untuk memanen,” kata Rizki, saat disambangi media ini di salah satu lapak penjual cabai rawit di Pasar Pandansari, Minggu, (23/11/2025).

Ia menjelaskan, bahwa harga cabai rawit ini sebelumnya berada dikisaran Rp 12.000-Rp 15.000 per kilogram. Salah satu kebutuhan pokok ini disuplai dari wilayah Sulawesi Selatan dan Surabaya melalui para agen yang ada di kawasan pasar tersebut.  

“Seperti di Sulawesi sekarang ini musim hujan, termasuk di Jawa kemungkinan faktor cuaca juga sama. Sehingga berdampak pada harga cabai,” ucapnya. 

Kenaikan harga ini tidak hanya pada cabai rawit. Cabai besar merah pun juga merangkak naik yang menyentuh diharga Rp 45.000 per kilogram dari yang sebelumnya hanya Rp 20.000-Rp 25.000 per kilogram. 

“Kenaikan harga lombok merah besar ini juga karena faktor cuaca yang sama,” jelasnya. 

Ia menambahkan, kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah besar ini biasanya akan kembali naik pada menjelang natal dan tahun baru, karena meningkatnya permintaan pasar. 

“Kalau untuk saat ini, kenaikan harga cabai karena faktor cuaca, tapi tidak menutup kemungkinan nanti pada menjelang natal dan tahun baru biasanya juga naik, karena banyaknya permintaan pasar,” ungkapnya.  

Senada dengan salah satu agen cabai di Pasar Pandansari, Erjal, menyampaikan bahwa harga cabai mengalami kenaikan karena faktor cuaca di wilayah penyuplai, seperti Sulawesi, Surabaya, Banjarmasin dan Jakarta. 

“Harga cabai sekarang naik, karena faktor cuaca, sehingga para petani agak susah panennya,” ujarnya. 

Meski demikian, ia memastikan bahwa untuk stok segala jenis cabai di Pasar Pandansari sejauh ini aman untuk memenuhi kebutuhan pasar. 

Ia menuturkan bahwa jenis cabai yang mengalami penurunan harga adalah cabai hijau atau lalap yang hanya disuplay oleh masyarakat lokal. 

Cabai lalap ini justru mengalami penurunan harga dikisaran Rp 40.000 per kilogram dari yang sebelumnya mencapai Rp 60.000 per kilogram. 

“Cabai lalap ini justru sekarang sudah turun, mulai sejak habis bulan Agustus 2025 yang lalu,” ucapnya. 

Ia mengungkapkan, bahwa harga beberapa jenis cabai ini biasanya akan kembali merangkak naik saat menjelang perayaan natal dan tahun baru. 

“Biasanya nanti kalau sudah mendekati natal dan tahun baru harga dari beberapa jenis lombok ini akan naik sampai Rp 80.000-Rp 100.000 per kilogram,” tutupnya.

Fauzi | Nur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed