Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendukung upaya yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan dalam peningkatan dan kemajuan pembangunan Kota Balikpapan.
Sejumlah program kegiatan yang akan dilaksanakan Dishub Kota Balikpapan di tahun ini jadi atensi Wakil Rakyat Kota Minyak, diantaranya progam Balikpapan Terang dengan penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU), pelayanan bus Balikpapan City Trans (Bacitra) serta lainnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri mengatakan, guna meningkatkan pembangunan kota Balikpapan, Komisi III DPRD Kota Balikpapan mendukung upaya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Balikpapan melalui sejumlah program kegiatan yang diusulkan dan akan dilaksanakan di tahun 2026.
“Sebagai mitra kerja, Komisi III DPRD Kota Balikpapan sangat mendukung upaya peningkatan pembangunan kota Balikpapan melalui program – program unggulannya, seperti penambahan PJU mendukung Balikpapan Terang, pelayanan transportasi massal melalui bus Bacitra serta lainnya,” kata H. Yusri, ditemui media ini di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Jumat (6/2/2026).
Menurut Yusri, sejumlah program kerja Dinas Perhubungan Balikpapan sebelumnya sudah disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli bersama jajarannya pada rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar beberapa waktu lalu.
Rapat tersebut, kata politikus Partai Golkar tersebut, membahas rencana kerja Dinas Perhubungan Kota Balikpapan untuk tahun anggaran 2026, yang dihadiri Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi III DPRD Kota Balikpapan yakni Halili Adinegara dan Muhammad Hamid serta anggota Komisi III DPRD Balikpapan lainnya.
Di RDP tersebut, kata Yusri, Komisi III DPRD Kota Balikpapan, juga meminta Dishub Balikpapan memaparkan secara rinci program dan rencana kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
“Saat RDP, kami meminta Dinas Perhubungan Balikpapan menyampaikan rencana kerja tahun 2026. Beberapa program utama yang dibahas meliputi Penerangan Jalan Umum (PJU), Balikpapan City Trans (Bacitra), pembangunan Depo Kontainer, hingga pembudayaan berlalu lintas tanpa klakson,” jelas Yusri.
Ia menambahkan, program pertama yang menjadi perhatian adalah pengembangan dan perbaikan PJU di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Selanjutnya, terkait transportasi publik, Dinas Perhubungan Balikpapan menambah armada Balikpapan City Trans.
“Untuk Bacitra, dari 19 unit armada yang ada saat ini, telah bertambah lima unit lagi, yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Darat, sehingga totalnya menjadi 24 unit,” ungkap Yusri.
Program ketiga yang dibahas adalah rencana pembangunan Depo Kontainer. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat logistik untuk menyimpan, mengelola, dan merawat kontainer kosong, serta menjadi penghubung penting dalam rantai pasok guna mengurangi kepadatan di pelabuhan.
“Rencana pembangunan Depo Kontainer ini sudah diusulkan sejak lama, bahkan hampir 15 tahun, namun hingga kini belum juga terealisasi,” ungkap Yusri.
Menurutnya, usulan pembangunan Depo Kontainer telah ada sejak masa kepemimpinan sejumlah kepala Dishub sebelumnya, mulai dari Sudirman Jaya Leksana, Alvin, Edho, hingga Muhammad Fadli.
“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pak Muhammad Fadli, rencana pembangunan Depo Kontainer yang direncanakan berlokasi di KM 5,5 Balikpapan Utara ini dapat segera terwujud,” harapnya.
Selain itu, Komisi III DPRD Balikpapan juga mendorong pembudayaan berlalu lintas tanpa klakson di Kota Balikpapan. Yusri menyebut, budaya bebas klakson telah menjadi ciri khas Balikpapan dan mendapat apresiasi dari berbagai daerah.
“Dalam beberapa forum nasional, banyak kota yang mengagumi Balikpapan karena budaya bebas klakson sudah menjadi kebiasaan masyarakatnya. Ini perlu terus kita dorong dan perkuat,” katanya.
Ia menegaskan, budaya bebas klakson menjadi salah satu keunggulan Balikpapan dalam menciptakan kenyamanan berlalu lintas, sejalan dengan konsep Balikpapan Smart City dan Balikpapan Connecting (B-Connect).
“Kenyamanan berlalu lintas harus bisa dirasakan seluruh warga Kota Balikpapan,” tutup Yusri.
Poniran | Adv











Comment