by

PLN Listriki 24 Desa di Kaltim dan Kaltara, Kado Manis HUT Ke-76 RI

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Masih dalam peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN memberikan kado manis kepada masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) dengan telah mengalirnya listrik ke 24 desa terpencil.

Masyarakat Kaltim dan Kaltara kini dapat tersenyum bahagia karena telah “merdeka” dari kegelapan dan bisa menikmati listrik PLN untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Desa berlistrik yang diresmikan tersebar di 7 kabupaten yaitu 13 Desa di Krayan, Kabupaten Nunukan yang terdiri dari Kelompok Desa Terang Baru dan Kelompok Desa Brian Baru, 2 Desa di Kabupaten Kutai Timur, yaitu Desa Cipta Graha dan Desa Mukti Lestari, dan 1 Desa di Kabupaten Tana Tidung yakni Desa Seputuk.

Kemudian, 2 Desa di Kabupaten Kutai Barat yaitu Desa Jambu Makmur dan Desa Muara Gusik, 1 Desa di Kabupaten Kutai Kartanegara yakni Desa Perian, 4 Desa di Kabupaten Paser yaitu Desa Lomu, Desa Riwang, Desa Perapat, dan Desa Sungai Batu; dan 1 Desa di Kabupaten Berau yakni Desa Sidobangen, Kelay.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, Muhammad Ikbal Nur menjelaskan, dalam merampungkan proyek infrastruktur ketenaga listrikan bagi 24 desa tersebut, PLN telah menggelontorkan nilai investasi mencapai Rp 47,5 miliar.

“Dengan dinyalakannya 24 desa berlistrik ini terdapat potensi sambungan pelanggan baru sebanyak 2.378 pelanggan yang tersebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” kata Ikbal dalam siaran resminya, Kamis (19/08/2021).

Ikbal yang pada acara peresmian tersebut didampingi General Manager PLN UIW Kaltimra Saleh Siswanto, menyatakan dengan bertambahnya desa yang sudah dialiri listrik PLN, kini rasio desa berlistrik di Kaltim menjadi 79,29% dengan rasio elektrifikasi sebesar 94,79%, sedangkan di Kaltara sebesar 64,11% rasio elektrifikasi sebesar 96,64%.

“Dari total sebanyak 1.038 desa yang ada di Kaltim, PLN sudah melistriki 823 desa, sehingga masih ada 215 desa yang belum terlistriki. Sementara di Kaltara, dari 482 desa, PLN telah melistriki 309 desa dan masih ada 173 desa yang belum dilistriki. Kami berkomitmen untuk mewujudkan rasio desa di Kaltim dan Kaltara 100% di tahun 2022,” ungkapnya.

Dalam acara peresmian yang digelar secara daring, Pemprov Kaltim yang diwakili Assisten Perekonomian Dan Administrasi Pembangunan Sekda Provinsi Kaltim, Abu Helmi, mengapresiasi PLN yang telah bekerja keras mengalirkan listrik ke desa terpencil di Kaltim. Pihaknya mengatakan siap bersinergi untuk mengawal proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami siap memberikan dukungan penuh untuk membantu PLN apabila dalam perjalanan melistriki negeri terdapat kendala di lapangan. Sinergi yang telah terjalin baik harus ditingkatkan demi pemerataan listrik di Kaltim,” kata Abu Helmi.

Pada kesempatan yang sama, Pemprov Kaltara melalui Sekretaris Daerah Suriansyah juga menyampaikan ucapan terimakasih atas upaya PLN menghadirkan terang hingga desa-desa di Kalitara yang terletak di beranda negeri

“Kita sama-sama tahu bahwa di Kaltara terdapat desa terdepan, terluar, tertinggal (3T) dan juga Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dimana keberadaan listrik amat dibutuhkan oleh masyarakat. Maka dengan masuknya listrik PLN, masyarakat sangat bersyukur karena kualitas kehidupannya meningkat berkat listrik,” ujar Suriansyah.

Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat sekaligus anggota DPR RI yang turut hadir secara daring, Deddy Yevri H. Sitorus, mengungkapkan kesaksian bahwa dalam melistriki desa-desa terpencil, tantangan yang dilalui PLN begitu besar.

“Dalam melistriki Krayan, saya melihat tiang-tiang harus dipotong sebelum dinaikkan ke pesawat. Ditambah dengan medan dan akses yang sangat menantang, bukan pekerjaan yang mudah untuk melistriki daerah 3T. Namun apresiasi setinggi-setingginya bagi PLN yang bisa mewujudkan hadirnya listrik hingga ke pelosok nusantara,” pungkasnya.

Penulis: Wahyu Sugiarto
Sumber: Humas PLN UIW Kaltimra

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed