Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Guna mengatasi persoalan banjir, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kembali memastikan bahwa penanganan banjir di Kota Minyak akan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Terbaru, Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan akan melakukan pembebasan lahan di simpang tiga Jalan Beler dan Jalan MT Haryono Damai Balikpapan, guna dilakukan pelebaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri mengatakan, saat Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas PU Kota Balikpapan, pembebasan lahan di simpang tiga Jalan Beler dan Jalan MT Haryono Damai Balikpapan membahas rencana pembebasan lahan warga tersebut.
“Kemarin, waktu kami rapat dengar pendapat itu memang sudah direncanakan akan dibebaskan karena terkait pelebaran badan jalan di kawasan tersebut. Kan sudah saya sampaikan kemarin bahwa pelebaran Sungai Ampal itu sekitar 30 meter sampai 40 meter lebarnya,” kata Yusri, ditemui wartawan di Kantor DPRD Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, Kamis (2/4/2026).
Hal itu dilakukan, tambah politikus Partai Golkar Balikpapan tersebut, seperti pelebaran sungai yang dilaksanakan di Sungai Sepinggan Balikpapan. Bahkan, lanjut Yusri, pembahasan pembebasan lahan warga dan pelebaran Sungai Ampal di kawasan Damai itu sudah pernah di-RDP-kan
“Itu yang pernah sudah kita RDP kan kemarin. Sungai Ampal itu nanti akan dilebarkan,” tandasnya.
Kalau masalah perencanaannya, menurut Yusri, hal tersebut sudah selesai dilaksanakan. Hanya saja, Dinas PU Kota Balikpapan saat ini sedang menghitung secara matematikanya. Tentunya , Komisi III DPRD Kota Balikpapan juga harus tahu berapa bijaknya terhadap yang diganti rugi ke warga nanti.
“Untuk jumlah anggaran dalam pembebasan lahan dan rumah warga di simpang tiga Jalan Beler dan Jalan MT Haryono itu ada sekitar Rp2 triliun. Itu anggaran banjir yang akan dilaksanakan di Kota Balikpapan,” jelasnya.
Tapi, ungkap Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Selatan tersebut, semua kembali lagi kepada keuangan daerah. Mengingat, saat ini kondisi keuangan daerah tidak baik-baik saja karena adanya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yakni pemangkasan transfer ke daerah (TKD) serta lainnya.
Pihaknya juga berharap, di tahun 2027 mendatang, proyek pembebasan lahan warga untuk pelebaran Sungai Ampal Balikpapan tersebut bisa segera selesaikan, dan pengerjaan drainase di kawasan tersebut tuntas.
“Ya mudah-mudahan di tahun depan, 2027 kita tidak terkendala dengan anggaran. Kami berharap di tahun 2027, program tersebut sudah jalan atau sudah dilaksanakan pengerjaannya,” ucap Yusri.
“Termasuk ada juga di Wonorejo kemarin, juga sudah diusulkan dari Pak Halili sebagai Wakil Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Ada di situ salah satu warga yang minta kalau di tahun 2027 dilaksanakan pembangunan drainase nya, karena di sana juga rawan banjir,” tutup Yusri.
Poniran | Ist











Comment