Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Pembangunan di Kota Balikpapan, khususnya di wilayah Kecamatan Balikpapan Utara, dipastikan tetap berjalan meskipun dihadapkan pada kondisi keterbatasan anggaran daerah.
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Ryan Indra Saputra, menyampaikan bahwa berbagai program pembangunan yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tetap diupayakan berjalan secara maksimal, termasuk sektor kesehatan yang menjadi prioritas pelayanan publik.
“Di tengah kondisi anggaran yang minim, pembangunan di Balikpapan Utara masih berjalan maksimal. Kami di Komisi IV terus mendorong agar program, khususnya di bidang kesehatan, tetap berjalan,” ujar Ryan saat ditemui media ini, pada Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, Komisi IV DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya mencari formulasi terbaik agar program-program prioritas tetap dapat dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.
Politikus Partai Golkar Balikpapan tersebut menegaskan, bahwa program unggulan seperti BPJS Kesehatan gratis yang menjadi bagian dari kebijakan Wali Kota Balikpapan diharapkan tidak mengalami pemangkasan anggaran.
“Kami terus mencari formulasi, termasuk skema subsidi, agar program-program tersebut tetap berjalan dan tidak terdampak dari pada efisiensi tersebut,” tegasnya.
Ryan juga menambahkan, pihaknya tetap optimistis pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dapat dipertahankan, meskipun terdapat sejumlah penyesuaian anggaran.
Di daerah pemilihannya (Dapil Balikpapan Utara, red), khususnya Kelurahan Muara Rapak, ia menyebut sejumlah program pembangunan tetap berjalan. Namun demikian, terdapat kendala pada pembangunan salah satu Puskesmas yang saat ini masih dalam proses koordinasi untuk dimasukkan sebagai prioritas.
“Ada kendala pada pembangunan Puskesmas, tetapi kami terus berkoordinasi agar tetap menjadi prioritas dan bisa dilanjutkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran, termasuk dampak dari penurunan transfer ke daerah seperti dana bagi hasil (DBH), turut mempengaruhi pelaksanaan program. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada program yang dihapus secara signifikan, melainkan hanya mengalami penundaan.
“Secara umum tidak ada program yang dihapus, hanya ada beberapa yang mengalami penundaan. Kami tetap optimistis pembangunan di Balikpapan Utara berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.
Poniran | Adv











Comment