Kabargupas.com, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diberlakukan seiring masuknya masa libur sekolah di seluruh wilayah.
Keputusan rehat ini diambil bukan tanpa alasan. BGN memanfaatkan waktu jeda tersebut untuk melakukan perombakan manajemen internal dan membenahi operasional lapangan.
Kepastian ini disampaikan langsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) pukul 19:45 WIB.
“Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan stop semua (untuk pembagian MBG),” ungkap Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, dilansir dari Inilah.com.
Berdasarkan data yang juga turut dihimpun oleh jurnalis Diana Rizky dari Inilah.com (sumber foto: Diana), jeda operasional ini menjadi momentum evaluasi total. Pihak BGN berencana menggelar audit menyeluruh terhadap performa dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami akan audit semua dapur sehingga nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik, kondisi di lapangan sudah lebih rapi gitu ya,” urai Arum.
Di luar urusan dapur, Arum memastikan BGN tengah tancap gas membenahi karut-marut persoalan data penerima manfaat. Ego sektoral lintas kementerian dan lembaga ditekan lewat koordinasi intensif.
“Terutama tadi masalah data, saya kawal betul, teman-teman Pusdatin kami dan juga kami sudah mulai melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang sebenarnya sudah memiliki data. Hanya mungkin di masa lalu kemarin ada yang versinya, ‘Oh ya BGN yang tidak mau menerima data kami,’ atau sebaliknya, ‘Oh yang mereka tidak kasih’,” papar Arum.
Proses sinkronisasi ini terus dikebut mengingat MBG merupakan agenda prioritas nasional. Arum optimistis seluruh instansi terkait bersikap kooperatif.
“Karena tidak mungkin kita membuat kebijakan tanpa data yang jelas. Itu yang masih terus kami perbaiki. Jadi mohon bersabar,” pungkas Arum.
Poniran | Ist











Comment