Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Diduga operator tak menguasai medan, sebuah alat berat jenis excavator terjebak tanah berlumpur dan nyaris tenggelam di kawasan Sungai Kampung Timur Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, tepatnya di belakang Pasar Segar Balikpapan, Minggu (12/4/2026).
Excavator tak bisa bergerak karena tanah yang ada di bawahnya terus amblas. Jika hujan terus mengguyur dan excavator tidak segera diangkat, dikhawatirkan alat berat tersebut bisa semakin tenggelam dan tertimbun lumpur.
Alat berat tersebut sudah terjebak di lokasi ini sejak empat hari lalu. Hingga hari ini, excavator masih dalam posisi tertanam dengan sebagian badannya terendam air sungai. Sementara, lengan excavator yang secara umum disebut sebagai arm atau stick berada di atasnya dan tampak berusaha menggapai tanah untuk lepas dari jebakan lumpur.
Rencananya, excavator akan membuat jalur atau sodetan sungai untuk bendungan pengendalian (Bendali) Sungai Ampal di belakang Pasar Segar Balikpapan, yang diperkirakan menelan anggaran puluhan miliar untuk mengatasi permasalahan-permasalahan banjir di kawasan tersebut.
Warga, Rahmad menjelaskan, terjebaknya excavator di Sungai Kampung Timur belakang Pasar Segar ini terjadi sejak 4 hari lalu dan hingga kini belum bisa diangkat karena kondisi excavator tenggelam hampir seluruh badan.
“Sudah empat hari kondisinya seperti ini. Gak bisa diangkat karena excavator terjebak di tanah berlumpur. Operatornya tidak tahu medan. Saat excavator diturunkan, dia langsung kerja. Seharusnya, sebelum kerja operatornya pasang bantalan dari pohon buat injakan roda excavator, tapi dia langsung tancap gas, gini dah jadinya,” kata Rahmad.
Ia menambahkan, upaya pengangkatan excavator terus dilakukan dengan meminta bantuan kepada penyewaan crane. Namun, tingginya biaya untuk angkat excavator yang terjebak ini, membuat pemiliknya berpikir dua kali.
“Informasinya penyewaan crane minta Rp60 juta untuk angkat excavator yang terjebak ini. Tapi, pemilik excavator tampaknya masih berpikir lagi. Katanya terlalu mahal,” ungkap Rahmad.
Hingga saat ini, kondisi excavator masih terjebak di tanah berlumpur dan belum dilakukan pengangkatan karena pemilik alat berat tersebut masih melakukan komunikasi.
Seperti diketahui, dalam rangka mengatasi permasalahan banjir di Kota Balikpapan, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan pembangunan Bendali di belakang Pasar Segar Balikpapan.
Pembangunan Bendali Sungai Ampal Hulu di Balikpapan diproyeksikan membutuhkan total anggaran fisik sekitar Rp85 miliar hingga Rp90 miliar untuk mengatasi banjir. Sementara itu, anggaran untuk pembebasan lahan seluas 9,4 hektar telah menghabiskan dana sebesar Rp47 miliar.
Poniran | Nur











Comment