Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan memastikan akan menambah koridor baru Balikpapan City Trans (Bacitra) menyusul penambahan lima unit bus dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli mengatakan, rencana penambahan koridor tersebut merupakan respons atas berbagai masukan masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), kegiatan reses anggota DPRD, serta rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kota Balikpapan.
“Setelah adanya penambahan lima bus dari Dirjen Perhubungan Darat, tentu akan ada penambahan koridor yang saat ini menjadi atensi kami,” ujar Fadli, Rabu (4/2/2026).
Ia menjelaskan, hingga saat ini layanan Bacitra masih belum menjangkau sejumlah wilayah, seperti Balikpapan Utara hingga Kilometer 23, serta beberapa kawasan di Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat.
“Banyaknya atensi yang kami terima memungkinkan Dinas Perhubungan untuk mengusulkan penambahan koridor baru,” katanya.
Menurut Fadli, satu koridor Bacitra membutuhkan biaya operasional sekitar Rp11 miliar hingga Rp12 miliar per tahun. Jika Pemerintah Kota Balikpapan menambah satu koridor, maka akan ada tambahan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp12 miliar.
“Apabila tiga koridor Bacitra nantinya diserahkan dari pemerintah pusat, maka pemerintah daerah wajib menyiapkan anggaran operasional sekitar Rp35 miliar hingga Rp36 miliar,” jelasnya.
Ia berharap Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Balikpapan dapat mencatat kebutuhan tersebut untuk pengalokasian anggaran ke depan.
Keberadaan koridor baru Bacitra, lanjut Fadli, juga diharapkan dapat mendukung program Balikpapan menuju smart city dengan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Saat ini, lima unit bus Bacitra tambahan masih dalam tahap penguatan dan penyesuaian. Rencana koridor baru akan difokuskan untuk melayani wilayah Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat, sementara di Balikpapan Utara rute yang ada akan diperpanjang.
“Penambahan koridor ini dilakukan setelah pertemuan dan identifikasi wilayah. Jika semua tahapan sudah berjalan, maka akan kami usulkan. Tahun ini masih menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Darat karena MoU masih berjalan,” tutup Fadli.
Poniran | Nur







Comment