Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menaruh perhatian serius terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi, khususnya penggunaan internet dan media sosial di kalangan anak-anak yang dinilai berdampak pada kesehatan mental dan perilaku mereka.
Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Iwan Wahyudi, menyampaikan bahwa internet dan media sosial memiliki dua sisi yang berbeda bagi anak-anak. Di satu sisi, keduanya memberikan kemudahan akses terhadap informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun di sisi lain, dampak negatifnya dinilai cukup signifikan.
“Penggunaan internet dan media sosial secara berlebihan dapat memicu kecanduan, gangguan mental seperti kecemasan dan depresi, serta meningkatkan risiko cyberbullying,” ujar Iwan, Senin (6/4/2026).
Ia juga menyoroti potensi paparan konten yang tidak pantas, seperti kekerasan dan materi seksual eksplisit, serta risiko menjadi korban cybergrooming. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada rasa percaya diri anak yang cenderung menurun akibat kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.
Selain berdampak pada kesehatan mental, penggunaan berlebihan juga memengaruhi perilaku dan kehidupan sosial anak. Anak berisiko meniru perilaku negatif, mengalami penurunan kemampuan bersosialisasi, hingga menjadi antisosial akibat kurangnya interaksi langsung.
Dari sisi kesehatan fisik, Iwan mengingatkan adanya potensi gangguan seperti mata lelah, kurangnya aktivitas fisik, serta gangguan pola tidur. Sementara dari aspek akademik, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menurunkan konsentrasi, mengganggu kemampuan berpikir kritis, dan menyita waktu belajar.
Meski demikian, Iwan menegaskan bahwa internet dan media sosial juga dapat memberikan manfaat jika digunakan secara bijak. Anak-anak dapat mengakses materi pendidikan, mengembangkan kreativitas, serta menjalin komunikasi dengan teman dan keluarga.
“Media sosial juga bisa menjadi wadah untuk mengekspresikan bakat dan kreativitas. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak, membatasi waktu penggunaan gawai, serta memberikan pemahaman literasi digital,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar anak-anak lebih aktif melakukan kegiatan di luar dunia digital guna mendukung perkembangan fisik dan sosial mereka.
“Interaksi langsung seperti yang dulu kita alami terbukti membantu perkembangan motorik dan sosial anak secara positif,” pungkasnya.
Poniran | Adv











Comment