Kabargupas.com, SAMARINDA – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) dalam mendukung percepatan penurunan stunting kembali mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Samarinda pada Kamis (12/6/2026), atas perannya sebagai Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting (OTA ARS) dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Penyerahan Sertifikat Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting sebagai bentuk apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting melalui pendampingan dan bantuan bagi anak-anak yang masuk kategori risiko stunting.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa keberhasilan program penanganan stunting membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha.
“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk dunia usaha. Kami mengapresiasi PLN yang telah berperan aktif sebagai Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting. Semoga sinergi ini terus diperkuat sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan dukungan untuk tumbuh sehat dan berkualitas,” ujar Saefuddin Zuhri.
Dukungan PLN terhadap Program Orang Tua Asuh Anak Risiko Stunting berasal dari dana zakat penghasilan pegawai yang dihimpun secara rutin dan dikelola melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat membutuhkan yang masuk dalam kategori 8 asnaf, termasuk keluarga dan anak-anak yang rentan masuk kategori risiko stunting.
Program ini tidak hanya mendukung upaya percepatan penurunan stunting, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 2, Tanpa Kelaparan, khususnya dalam upaya mengakhiri segala bentuk malnutrisi dan memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi bagi anak-anak sebagai fondasi lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi PLN untuk terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di luar layanan kelistrikan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui program yang didukung oleh zakat penghasilan pegawai dan dikelola melalui YBM PLN, kami berupaya berkontribusi dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting,” kata Chaliq.
“Selain mendukung program pemerintah, inisiatif ini juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs Nomor 2 tentang Tanpa Kelaparan yang menekankan pentingnya pemenuhan gizi dan penghapusan malnutrisi,” imbuhnya.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Samarinda, Adrian Sitompul, menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi PLN untuk terus menjalankan berbagai program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjalankan program-program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap kontribusi yang diberikan dapat membantu tumbuh kembang anak-anak penerima manfaat sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Samarinda dalam menurunkan angka stunting,” ujar Adrian.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kehadiran PLN tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, PLN UID Kaltimra akan terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mendukung percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian SDGs Nomor 2 Tanpa Kelaparan dan terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing.
Poniran | Ist







Comment