Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menindaklanjuti surat dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) Kabinet Trisakti Nomor: 005/B/BEM-Uniba/11/2026 tanggal 24 Februari 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP).
RDP yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman ini dilaksanakan di ruang kerja Ketua DPRD lantai 2 Gedung Wakil Rakyat Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan, dalam rangka menampung aspirasi mahasiswa, Senin (2/3/2026).
RDP yang juga dihadiri oleh mahasiswa dari Universitas Mulia Balikpapan ini membahas sejumlah permasalahan di Kota Balikpapan, seperti perkembangan pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu Balikpapan Barat, Panitia Khusus (Pansus) RS Sayang Ibu Balikpapan Barat, serta lainnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman mengatakan, hasil dari RDP yang dilaksanakan oleh DPRD Kota Balikpapan bersama perwakilan mahasiswa Universitas Balikpapan dan Universitas Mulia Balikpapan ini membahas tentang berbagai permasalahan kota, seperti perkembangan pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat, usulan pembentukan Pansus RS Sayang Ibu Balikpapan Barat, aktivitas pekerjaan proyek pembangunan Plaza88 di depan Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) atau Dome Balikpapan, serta lainnya.
“Dalam rapat tadi, mahasiswa menuntut kejelasan dan tindak lanjut dari Rumah Sakit Sayang Ibu yang ada di Balikpapan Barat, bagaimana progresnya. Salah satunya terkait adanya dugaan kelebihan bayar di proyek tersebut sebesar Rp1,6 miliar, apakah saat ini sudah dikembalikan atau belum,” kata Yono Suherman.
Kemudian, tambah Yono, pada tuntutan yang kedua mahasiswa juga menanyakan tentang progres dari usulan pembentukan Pansus RS Sayang Ibu Balikpapan Barat. Mengingat keberadaan Pansus dirasa sangat penting guna memperjelas status proyek pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat itu, yang hingga saat ini mangkrak.
“Tuntutan yang ketiga, mahasiswa mempertanyakan perkembangan rencana pembangunan flyover di kawasan Muara Rapak, yang sampai saat ini flyover tersebut belum terealisasi. Sementara, kebutuhan atas flyover tersebut sangat diharapkan masyarakat untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelas Yono.
“Mereka mempertanyakan apakah pembangunan flyover tersebut benar-benar dilaksanakan atau kah hanya wacana saja,” imbuhnya.
Tak hanya itu, lanjut politikus Partai NasDem Balikpapan tersebut, mahasiswa juga mempertanyakan tentang program gratis pol, yang merupakan program unggulan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Adji.
“Program Gratis Pol juga jadi bahan bahasan mahasiswa dalam RDP ini. Pasalnya, di program ini ada semester 3, 4, 5, 6 hiy 7 itu tidak mendapatkan bantuan pendidikan tersebut. Yang mendapat program gratis pol itu, mahasiswa yang baru mendapatkan itu baru tahun 2025. Nah ini yang menjadi pertanyaan mahasiswa,” pungkas Yono.
Poniran | Adv







Comment