
Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Harga dua jenis cabai, yakni cabai kriting hijau dan cabai hijau besar, terus mengalami fluktuasi tajam di Pasar Pandansari, Balikpapan. Tidak seperti komoditas lain yang umumnya dipengaruhi cuaca, perubahan harga cabai tersebut lebih ditentukan oleh jumlah pasokan yang masuk ke pedagang.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Pandansari, Amir, mengungkapkan bahwa harga kedua jenis cabai ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kelancaran suplai.
“Kalau harga dua cabai ini tidak tentu. Jika barang yang masuk banyak ya murah, kalau sedikit ya mahal,” ujar Amir saat ditemui pada Sabtu (22/11/2025).
Menurutnya, perubahan harga bahkan bisa terjadi dalam waktu singkat, hanya dalam hitungan jam. “Cabai jenis ini cepat berubah. Bisa dalam hitungan jam atau hari. Kadang dalam satu hari bisa 3–4 kali berubah,” katanya.
Amir mencontohkan, beberapa jam sebelumnya harga cabai kriting sempat menyentuh Rp60 ribu per kilogram. Namun, tidak lama kemudian harga turun menjadi Rp30 ribu–Rp40 ribu per kilogram.
“Kenapa langsung turun? Karena barang baru datang dan melimpah. Harganya juga tergantung kualitas cabainya. Semakin bagus kualitasnya, semakin mahal,” jelasnya.
Hal serupa terjadi pada cabai hijau besar. Dari harga awal Rp60 ribu per kilogram, komoditas tersebut turun menjadi Rp30 ribu–Rp40 ribu per kilogram setelah pasokan baru tiba.
“Harga tidak menentu, tergantung keadaan barang. Dalam beberapa hari ke depan harga juga pasti berubah, bisa naik atau turun,” tuturnya.
Amir menambahkan, pasokan cabai kriting dan hijau besar sebagian besar berasal dari Surabaya, Banjarmasin, dan Palu, Sulawesi Tengah.
“Untuk hari ini suplai baru datang semua sehingga barang melimpah dan harga langsung turun. Besok belum tentu sama, bisa naik, tetap, atau turun,” ujarnya.
Fauzi | Nur










Comment