by

Harga Gas Elpiji 3 Kg Melejit, Ibu-ibu di Balikpapan Menjerit

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Harga gas elpiji 3 Kilogram (Kg) di Balikpapan saat ini makin melejit. Akibatnya, ibu rumah tangga (IRT), yang notabene biasa berkutat dengan aktivitas memasak di rumah terpaksa menjerit. Kondisi ini diperparah dengan makin langkanya gas elpiji 3 Kg tersebut di pangkalan-pangkalan resmi.

Di pangkalan resmi, gas elpiji 3 Kg dijual dengan harga Rp19-20 ribu. Namun, untuk mendapatkan 1 tabung gas elpiji 3 Kg tersebut, warga harus antre berjam-jam. Yang paling miris, ketika sudah antre berjam-jam, saat memasuki antrean, gas elpiji 3 Kg yang di jual pihak pangkalan habis. Tentu saja, kondisi ini membuat kecewa warga yang mengantre.

Sementara, gas elpiji 3 Kg yang dijual oleh pengecer harganya melambung tinggi. Pertabung, harga gas elpiji 3 Kg ini bisa tembus di harga Rp 35 – 40 ribu. Untuk mendapatkan gas elpiji 3 Kg dengan harga tinggi di pengecer itu pun harus gesit, alias cepat-cepatan dengan warga lainnya. Lambat sedikit, maka gas elpiji 3 Kg dijamin bakal tidak kebagian alias kehabisan.

“Mau gak mau, terpaksa beli di pengecer meski harganya selangit yakni Rp 40 ribu pertabung. Ini pun kalau lambat ya gak kebagian juga. Meski harganya melejit, kita juga harus gesit biar ikut kebagian, dari pada gak bisa masak,” kata Tini, warga Jalan Telogorejo, Kelurahan Telagasari Balikpapan Kota ditemui media ini, Rabu (10/08/2022).

Menurut Tini, gas elpiji 3 Kg saat ini memang sulit. Selain itu, harganya jika ada di tingkat pengecer juga semakin mahal. Biasanya, harga gas elpiji 3 Kg di tingkat pengecer hanya Rp 25 ribu, sekarang harga tembus Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu pertabung.

Langka dan mahalnya harga gas elpiji 3 Kg di Balikpapan ini sudah dirasakan sejak sebulan lalu. Awalnya hanya harga yang mengalami kenaikan, namun, pertabung gas elpiji 3 Kg kini di pangkalan-pangkalan kondisinya juga makin langka.

“Susah nyari gas elpiji 3 Kg sekarang. Harus muter-muter dulu, itupun, kalau ada syukur. Andaipun dapat, harganya selangit. Kalau gak dapat ya kecewa, gak bisa masak kita,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan gas elpiji 3 Kg di salah satu pangkalan, warga terpaksa menggunakan rantai untuk mengamankan antreannya.

Tak hanya Tini, kekecewaan saat membeli gas elpiji tabung 3 Kg juga dirasakan Dewi, warga Telagasari, Kecamatan Balikpapan Kota. Dia mengaku jengah dan lelah dengan makin sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 Kg. Selain sulit didapat, harganya juga makin mahal. Apalagi di tingkat pengecer, harga gas elpiji 3 Kg ini bisa capai Rp 40 ribu pertabung.

“Gas elpiji 3 Kg di tingkat pengecer harganya gila-gilaan. Satu tabung Rp 40 ribu. Ini Pertamina harus menindaklanjuti dan menertibkan agen atau pangkalan-pangkalan gas elpiji 3 Kg yang nakal. Kami menduga ada permainan. Masa di pangkalan resmi gas elpiji 3 kg cepat betul habisnya, padahal gasnya baru datang,” ujar Dewi kecewa.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Kalimantan Susanto August Satria mengatakan, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dalam menyalurkan atau mendistribusikan gas elpiji 3 Kg kepada agen atau pangkalan resmi sudah sesuai kuota, baik penyaluran di wilayah Kaltim, maupun pada lingkup Kota Balikpapan.

“Untuk wilayah Kaltim, realisasi elpiji 3 Kg hingga Juni adalah 56.395 MT dan kuota YTd (year to date = kuota berjalan hingga bulan) Juni adalah 56.372 MT, yang artinya sudah sesuai kuota. Sejauh ini disalurkan sudah over,” kata Satria.

Jadi, lanjut Satria, penyaluran gas elpiji 3 Kg hingga saat ini terbilang normal dan tidak ada kendala. Jika ada pangkalan yang coba bermain (nakal) atau menjual ke pengecer dengan jumlah banyak hingga menimbulkan kelangkaan dan tingginya harga gas elpiji 3 Kg di pasaran, sanksi tegas akan diberikan Pertamina.

“Ketahuan nakal, ya kita beri sanksi tegas. Minggu lalu 1 pangkalan kita skorsing karena menjual ke pengecer dalam jumlah banyak. Itu kita tindaklanjuti karena adanya laporan dari masyarakat. Makanya saya pengen tahu itu pengecer yang jual Rp 40 ribu dapatnya dimana,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed