
Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Harga aneka sayuran di Pasar Terapung Kampung Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, hingga saat ini masih terbilang normal. Stok berbagai jenis sayuran, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, dan kentang, tersedia dengan cukup baik di pasar tradisional ini.
Nurhasanah, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut, menjelaskan bahwa meskipun stok sayuran masih terjaga, harga tetap bisa berfluktuasi, terutama dipengaruhi oleh cuaca.
“Harga sayuran itu bisa naik turun setiap hari. Apalagi jika musim hujan, terkadang pasokan bisa berkurang,” ujar Nur hasanah, ditemui media ini, Sabtu (9/11/2025).
Menurut Nurhasanah, salah satu contoh yang terlihat adalah harga kangkung yang dijual dengan harga eceran Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per ikat, meskipun harga dari pemasoknya hanya sekitar Rp 3.000 per ikat.
Sementara itu, harga tomat di Pasar Terapung Kampung Baru Tengah dijual dengan kisaran harga Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogram. Harga ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan pasar besar, seperti Pasar Pandansari, yang menjual tomat dengan harga sekitar Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram.
“Meskipun harga sayuran di sini sedikit lebih tinggi dibanding pasar besar, stok sayurannya masih lengkap dan kami berharap pasar tradisional ini tetap ramai dikunjungi pembeli,” tambah Nurhasanah.
Dirinya berharap, Pasar Terapung Kampung Baru Tengah yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah I Dinas Perdagangan Kota Balikpapan ini bisa kembali menjadi pusat perbelanjaan favorit warga, dengan menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang stabil dan terjangkau.
Pasar Terapung Kampung Baru Tengah ini berlokasi di Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat. Pasar tradisional ini menjadi alternatif warga Kabupaten Penajam Paser Utara ( PPU) yang berkunjung ke Balikpapan, dan ketika kembali ke daerahnya menggunakan speedboat atau kapal klotok, warga Kabupaten PPU tersebut akan berbelanja aneka kebutuhan pokok untuk sehari-hari.
“Semoga pasar ini kembali ramai seperti dulu, dan pengunjung bisa memilih berbelanja di pasar tradisional untuk kebutuhan sehari-hari,” tutup Nurhasanah.
Poniran | Nur










Comment