Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dikarenakan posisinya kerap menjadi penyebab kecelakaan, sebuah pipa besi yang tertanam di tengah jalan di kawasan Jalan Taman Sari RT 64 Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, akhirnya dipotong, Sabtu (17/1/2026).
Pemotongan pipa yang tertanam sejak puluhan tahun lalu, yang diduga pipa minyak dan gas dari peninggalan jaman Belanda ini berlokasi tepat di depan SMPN 11 Balikpapan, yang pemotongannya melibatkan tenaga ahli perpipaan dari salah satu kontraktor perusahaan Migas di Balikpapan, didampingi petugas BPBD Balikpapan.
Pemotongan pipa dengan diameter 8 inci mendapat perhatian dari anggota DPRD Balikpapan, Japar Sidik, Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, Ketua LPM Graha Indah, tokoh masyarakat serta warga sekitar.
Anggota DPRD Balikpapan, Japar Sidik mengatakan, pemotongan pipa yang tertanam di tengah jalan ini merupakan aspirasi masyarakat dari kegiatan dialog warga beberapa waktu lalu.
“Pada saat dialog warga di RT 70 Batuah, menyampaikan bahwa ada satu pipa besi yang tertanam di tengah jalan, tepatnya di depan SMPN Balikpapan, yang kondisinya membahayakan masyarakat dan menyebabkan kecelakaan. Mereka minta ini supaya di potong,” kata Japar Sidik.
Laporan tersebut, ujar Japar Sidik, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan peninjauan ke lokasi pipa tertanam serta melakukan koordinasi ke berbagai pihak terkait, seperti Pemerintah Kota Balikpapan, Camat Balikpapan, Lurah Graha Indah hingga ke PT Pertamina di Balikpapan.
“Dikarenakan pipa ini sudah sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, disepakati pipa ini dipotong untuk diratakan agar akses jalan raya di kawasan tersebut kembali lancar. Sejak Camat Balikpapan Utara dijabat M. Fadli, usulan pemotongan pipa ini sudah dilakukan, namun terkendala dengan biaya hingga rencana pemotongan ditunda,” ungkap Japar Sidik.
Setelah M. Fadli digantikan oleh Umar Adi, lanjut politisi PKS ini, usulan pemotongan pipa kemudian disampaikan lagi melalui dialog warga hingga dilakukan koordinasi untuk mengetahui pipa yang tertanam ini milik siapa. Dari informasi, diketahui jika pipa adalah peninggalan jaman Belanda, karena pihak Pertamina, PDAM Balikpapan serta lainnya, juga tidak mengakui hingga akhirnya pipa 8 inci ini dieksekusi.
“Setelah kita koordinasikan ke semua pihak, ternyata tidak ada yang mengakuinya hingga dilakukan eksekusi ini yang biaya pemotongannya secara swadaya,” ujar anggota Komisi II DPRD Balikpapan ini.
Sementara itu, Camat Balikpapan Utara, Umar Adi membenarkan jika pipa yang tertanam di tengah jalan di depan SMPN 11 Balikpapan dilakukan pemotongan untuk memperlancar arus lalu lintas serta guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Keberadaan pipa ini sudah berkali-kali dirapatkan di ranah Pemerintah Kota, bahwa sampai saat ini, baik dari jajaran Pertamina dan SKK Migas juga, tidak masuk dalam aset Pertamina,” jelas Umar Adi.
“Kami juga sudah konfirmasi ke PDAM, dan dinyatakan bahwa pipa ini bukan milik mereka, sementara kondisinya sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara kendaraan. Keputusan akhir, maka disepakati pipa pada hari ini dipotong,” pungkasnya.
Poniran | Nur











Comment