Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Perdagangan, menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, mengatakan, pihaknya berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang stabil selama bulan suci Ramadan hingga Lebaran.
“Kami berharap OPD terkait, khususnya Dinas Perdagangan, dapat menjaga kestabilan harga sejumlah kebutuhan pokok agar tetap tersedia selama Ramadan hingga Lebaran,” ujar Japar Sidik saat ditemui di Kantor DPRD Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (19/2/2026).
Selain bahan pokok, Komisi II juga menyoroti ketersediaan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan telah menggelar operasi pasar elpiji 3 kg di seluruh kelurahan pada 10–18 Februari 2026 guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Menurut Japar, tingginya harga elpiji subsidi 3 kg di tingkat pengecer telah dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPRD dan para agen elpiji di Balikpapan. Dalam forum tersebut, DPRD meminta para agen memperketat pengawasan terhadap pangkalan agar harga tetap sesuai ketentuan.
“Kami sudah menyampaikan kepada para agen agar bersama-sama mengawasi pangkalan elpiji, khususnya untuk gas subsidi 3 kilogram, supaya harganya tetap terjaga,” tegasnya.
Ia menjelaskan, harga eceran tertinggi (HET) elpiji subsidi 3 kg di Balikpapan sebesar Rp19.000 per tabung. Namun, di tingkat pengecer harga bisa melonjak hingga Rp35.000 per tabung, terutama saat terjadi kelangkaan di pasaran.
Japar mengakui ketersediaan elpiji subsidi sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Ketika pasokan sulit diperoleh, harga cenderung melambung di atas HET.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat turut mengawasi distribusi elpiji 3 kg di pangkalan agar harga gas elpiji subsidi 3 kg tersebut tidak melebihi dari harga yang sudah ditetapkan oleh Pertamina.
“Jangan sampai terjadi kelangkaan yang menyebabkan harga di tingkat pengecer menjadi sangat tinggi. Ini yang terus kami komunikasikan dengan para agen elpiji di Balikpapan,” pungkasnya.
Poniran | Adv











Comment