Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan sejak awal Mei, terus melakukan pematangan.
“Saat ini, diawal Mei lalu, kita menyusun juknis (petunjuk teknis). Juknis, Alhamdulillah sudah kelar, sudah selesai. Semua terakomodir, dari seluruh masukan-masukan kepala sekolah, lurah, camat dan seterusnya,” kata Irvan Taufik, Kepala Disdikbud Balikpapan ditemui media ini, Selasa (28/05/2024).
Kemudian di akhir Mei ini, tambah Irvan, pihaknya saat ini dalam posisi penguatan jaringan untuk mendukung sistem online. Jadi, PT Telkom dan Disdikbud Balikpapan, melakukan pengecekan kekuatan jaringan di semua sekolah, karena semua PPDB pelaksanaannya dilakukan secara online, guna menghindari terjadinya down server.
“Nah itu yang kita sementara fokusnya pada akhir Mei ini penguatan jaringan itu. Dan Alhamdulillah, semua sudah selesai,” tandasnya.
Sebetulnya, lanjut mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan ini, dijuknis itu sudah ada tahapan, baik tanggal penerimaan, tanggal dibukanya verifikasi untuk jalur prestasi, hingga kapan sertifikatnya dilegalisir.
“Semua ada. Cuma, nanti kita akan sampaikan ke teman-teman media jika sudah diprint out atau dicetak karena akan dibagikan ke sekolah-sekolah sebagai pedoman untuk penerimaan PPDB,” jelas Irvan.
Cuma sekali lagi, ungkap Irvan, persoalan PPDB di Balikpapan itu adalah jumlah sekolah. Saat ini, katanya, yang ada perubahan itu hanya di Balikpapan Selatan, karena ada sekolah terpadu, SD dan SMP di Balikpapan Regency.
“Di SMP Balikpapan Regency akan kita buka empat kelas. Jadi kalau 36, berarti kurang lebih 130-140 siswa-siswi SMP yang bisa ditampung disitu. Kemudian SD, kita buka 3 rombel dikalikan 31-32 anak, atau sekitar 90-100 anak. Jadi disitu ada penambahan siswa siswi yang bisa diterima,” ujar Irvan.
Dan tahun ini, menurut Irvan, mungkin juga bisa bertambah siswa yang ikut dalam PPDB Balikpapan dari jalur pindahan (siswa pindahan dari luar kota, red), karena warga yang masuk ke Balikpapan cukup banyak.
Nah kuota itu ada, Disdikbud Balikpapan juga harus menyiapkan kuota bagi siswa pindahan. Sebetulnya, jika diakumulasi sekolah itu, SD, SMP seluruh negeri dan swasta, bisa mencukupi.
“Cuma kan, semua orang mau negeri. Ada yang mau swasta tapi yang high clas lah. Kalau kayak Istiqomah, Balikpapan Islamic School dan lain-lain, sekarang itu sudah posisi mereka sudah full. Tapi sekolah-sekolah swasta yang masih standarnya di bawah, kerja keras juga dia cari kelas,” tutup Irvan.
Penulis: Poniran
Editor: Nurhayati











Comment