Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Senin (3/2/2026). Rapat tersebut membahas rencana kerja Dishub Balikpapan untuk tahun anggaran 2026.
RDP dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, dan dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan Muhammad Fadli, serta Wakil Ketua, Sekretaris, dan anggota Komisi III DPRD Balikpapan.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, mengatakan bahwa sebagai mitra kerja, pihaknya meminta Dishub Balikpapan memaparkan secara rinci program dan rencana kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
“Sebagai mitra kerja, kami meminta Dinas Perhubungan Balikpapan menyampaikan rencana kerja tahun 2026. Beberapa program utama yang dibahas meliputi Penerangan Jalan Umum (PJU), Balikpapan City Trans (Bacitra), pembangunan Depo Kontainer, serta pembudayaan berlalu lintas tanpa klakson,” ujar Yusri.
Ia menjelaskan, program pertama yang menjadi perhatian adalah pengembangan dan perbaikan PJU di sejumlah titik di Kota Balikpapan. Selanjutnya, terkait transportasi publik, Dishub Balikpapan berencana menambah armada Balikpapan City Trans (Bacitra).
“Untuk Bacitra, dari 19 unit armada yang ada saat ini, akan ditambah lima unit lagi sehingga totalnya menjadi 24 unit,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Program ketiga yang dibahas adalah rencana pembangunan Depo Kontainer. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat logistik untuk menyimpan, mengelola, dan merawat kontainer kosong, serta menjadi penghubung penting dalam rantai pasok guna mengurangi kepadatan di pelabuhan.
“Rencana pembangunan Depo Kontainer ini sudah diusulkan sejak lama, bahkan hampir 15 tahun, namun hingga kini belum juga terealisasi,” ungkap Yusri.
Menurutnya, usulan pembangunan Depo Kontainer telah ada sejak masa kepemimpinan sejumlah kepala Dishub sebelumnya, mulai dari Sudirman Jaya Leksana, Alvin, Edho, hingga Muhammad Fadli.
“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pak Muhammad Fadli, rencana pembangunan Depo Kontainer yang direncanakan berlokasi di KM 5,5 Balikpapan Utara ini dapat segera terwujud,” harapnya.
Selain itu, Komisi III DPRD Balikpapan juga mendorong pembudayaan berlalu lintas tanpa klakson di Kota Balikpapan. Yusri menyebut, budaya bebas klakson telah menjadi ciri khas Balikpapan dan mendapat apresiasi dari berbagai daerah.
“Dalam beberapa forum nasional, banyak kota yang mengagumi Balikpapan karena budaya bebas klakson sudah menjadi kebiasaan masyarakatnya. Ini perlu terus kita dorong dan perkuat,” katanya.
Ia menegaskan, budaya bebas klakson menjadi salah satu keunggulan Balikpapan dalam menciptakan kenyamanan berlalu lintas, sejalan dengan konsep Balikpapan Smart City dan Balikpapan Connecting (B-Connect).
“Kenyamanan berlalu lintas harus bisa dirasakan seluruh warga Kota Balikpapan,” pungkasnya.
Poniran | Nur











Comment