Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kondisi kesejahteraan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan. Di tengah tugas berat menangani kebakaran, bencana alam, dan berbagai situasi darurat lainnya, para personel BPBD justru masih menghadapi keterbatasan fasilitas penunjang kerja, termasuk seragam dinas yang sudah bertahun-tahun tidak diperbarui.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah personel BPBD Balikpapan terlihat mengenakan seragam yang lusuh dan warnanya memudar karena sudah lama digunakan. Kondisi tersebut diduga terjadi akibat tidak adanya pengadaan seragam baru karena keterbatasan anggaran.
Situasi itu tampak saat para personel menghadiri kegiatan resmi, seperti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia maupun kegiatan kedinasan lainnya yang memerlukan koordinasi lapangan.
Seorang personel BPBD Kota Balikpapan yang enggan disebutkan namanya mengaku selama tiga tahun terakhir tidak pernah ada pembagian seragam dinas, termasuk sepatu dan perlengkapan penunjang lainnya.
“Sudah tiga tahun kami tidak menerima pembagian seragam dinas dari kantor. Informasinya, anggaran pengadaan seragam untuk personel BPBD memang tidak tersedia,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, banyak personel akhirnya berinisiatif membeli perlengkapan dinas secara mandiri menggunakan dana pribadi agar tetap terlihat rapi dan seragam saat bertugas.
“Mau tidak mau kami membeli sendiri, mulai dari baju, celana, emblem, hingga topi atau baret. Meski begitu, warna pakaian dinas yang digunakan tidak semuanya sama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan kebutuhan perlengkapan personel, khususnya pakaian dinas dan kelengkapan lainnya, hingga kini belum terpenuhi secara optimal akibat keterbatasan anggaran.
“Di BPBD Kota Balikpapan memang masih banyak kebutuhan perlengkapan yang belum terpenuhi karena terkendala anggaran, sehingga pengadaan seragam belum dapat direalisasikan,” kata Usman melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, pihaknya sudah tiga tahun mengusulkan anggaran pengadaan seragam kepada DPRD Kota Balikpapan, namun hingga kini belum terealisasi.
“Selama tiga tahun terakhir tidak ada pergantian seragam dinas bagi anggota BPBD. Akibatnya, sebagian personel terpaksa membeli seragam sendiri agar tetap dapat menjalankan tugas di lapangan dengan layak dan profesional,” ujarnya.
Padahal, lanjut Usman, peran BPBD sangat vital dalam memberikan respons cepat terhadap bencana maupun kebakaran di wilayah Kota Balikpapan. Saat ini, BPBD Kota Balikpapan memiliki sekitar 340 personel yang tersebar di enam kecamatan.
Mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai situasi darurat di tengah masyarakat. Namun, di balik tanggung jawab besar tersebut, kebutuhan dasar penunjang operasional masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Kondisi ini memunculkan harapan agar DPRD Kota Balikpapan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan operasional dan kesejahteraan personel BPBD, termasuk pengadaan seragam dan perlengkapan pendukung lainnya demi menunjang pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Poniran | Nur







Comment