
Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Di jaman modern saat ini segalanya sudah tergantikan dengan alat-alat teknologi, salah satunya adalah peralatan masak rumah tangga yang dulunya terbuat dari gerabah tanah liat kini berubah menjadi aluminium dan stainleess.
Peralatan alat masak tradisional ini sudah sangat langka ditemukan, mulai dari kendi, wajan, cobek dan alat minum dari tempurung kelapa. Bagi sebagian orang, peralatan masak tradisional ini hanya dibutuhkan pada saat perayaan upacara tertentu, lahiran anak dan lainnya.
Peralatan masak tradisional ini pada umumnya diproduksi di wilayah Jawa dan masih banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional. Namun siapa sangka, semua kebutuhan dapur tradisional ini bisa juga ditemukan di pasar tradisional Pandansari, yang berlokasi di wilayah Balikpapan Barat.
Sebagian penjual ini berada di deretan tangga masuk Pasar Pandansari, di sana mereka menjajakan peralatan dapur dari tradisional hingga modern.
Untuk kebutuhan dapur tradisional, tersedia beragam kebutuhan, mulai dari kendi, cobek, wajan, sutil kayu dengan ukuran besar, tampah, alat minum dari tempurung kelapa, tikar anyaman dan aneka kebutuhan lainnya. Semua peralatan dapur tradisional ini terbuat asli dari tanah liat.
Untuk yang peralatan dapur modern, juga tersedia beragam kebutuhan, baik yang terbuat dari aluminium maupun stainless. Semuanya dijual dengan yang cukup terjangkau.
Salah satu penjual peralatan dapur tradisional Pasar Pandansari, Dean, mengatakan bahwa barang yang dijajakan itu sebagian di suplai langsung dari daerah Jawa, Banjarmasin dan Kota Samarinda.
“Untuk jenis kendi kami disuplai langsung dari Jawa, termasuk cobek juga dari sana,” ucap Dean saat disambangi media ini, Jumat, (21/11/2025).
Pada umumnya, kata dia, kendi menjadi dayak tarik sendiri bagi para pengunjung yang datang. Bahkan, mereka yang berkunjung ke Kota Balikpapan sebagian menyempatkan diri untuk belanja peralatan tradisional tersebut.
“Untuk harga jenis kendi bervariasi, tergantung ukuran yang dibutuhkan pelanggan. Harga yang kita patok mulai dari Rp 80 hingga Rp 250 ribu rupiah,” ungkapnya.
Bicara soal kualitas, Dean menuturkan para pelanggan tidak perlu meragukan. Sebab, selama beberapa tahun menjajakan peralatan dapur tradisional ini dirinya diberikan jenis barang dengan kualitas terbaik oleh produsen.
Tidak hanya peralatan dapur, ditempat ini juga menjajakan beragam jenis parang khas jawa dan kalimantan. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, tergantung kualitas bahan.
Untuk peralatan dapur modern, di tempat ini juga cukup lengkap, mulai dari yang terbuat dari aluminium hingga stainless. Bicara soal harga, tergantung kebutuhan pelanggan. Untuk panci aluminium di patok mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 1,5 juta rupiah.
Selain itu, obat-obatan herbal asli Kalimantan juga ada ditempat ini, seperti bawang tunggal dan bawang Dayak yang dikenal memiliki manfaat untuk segala pengobatan penyakit. Harga yang tawarkan cukup relatif murah, mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu rupiah.
“Bawang Dayak dikenal untuk pengobatan segala penyakit, termasuk bawang tunggal juga dikenal memiliki banyak manfaat. Kalau untuk penjualan bawang ini juga relatif, tergantung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Fauzi | Nur










Comment