Kabargupas.com, BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kalimantan, termasuk Kota Balikpapan, dalam kondisi aman.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah maraknya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menegaskan bahwa kuota BBM bersubsidi secara nasional mencukupi. Namun, ia tidak merinci jumlah kuota yang dialokasikan khusus untuk Balikpapan.
“Kuota secara nasional aman,” ujar Isfahani usai menghadiri konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di Markas Polda Kalimantan Timur, Kamis (30/4/2026).
Isfahani menjelaskan, distribusi BBM bersubsidi dilakukan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), baik dari sisi volume maupun penunjukan lembaga penyalur.
“SPBU yang ditunjuk untuk mendistribusikan BBM bersubsidi, termasuk jumlah volumenya, telah diatur oleh BPH Migas,” katanya.
Meski demikian, Pertamina menyoroti pentingnya pengawasan bersama untuk memastikan distribusi berjalan tertib, terutama dalam mengatasi antrean panjang di SPBU. Ia juga menekankan peran pengguna dalam memastikan BBM bersubsidi dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Pertamina juga mengimbau seluruh SPBU agar mematuhi aturan yang berlaku. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, baik dari hasil pengawasan internal maupun laporan masyarakat, pihaknya akan segera menindaklanjuti.
“Seluruh SPBU menjadi bagian penting dalam pelayanan kepada konsumen. Jika ada pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pertamina berharap fasilitas SPBU dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, serta membuka ruang bagi masukan masyarakat guna perbaikan ke depan.
Sementara itu, dalam sepekan terakhir, antrean panjang kendaraan, khususnya truk, terlihat di sejumlah SPBU di Balikpapan. Salah satunya terjadi di SPBU Kilometer 15 Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara.
Para sopir truk mengaku kesulitan memperoleh BBM jenis solar bersubsidi. Bahkan, untuk mendapatkan BBM tersebut, sebagian sopir harus mengantre hingga dua hari dan bermalam di lokasi SPBU.
Kondisi ini menjadi perhatian berbagai pihak dan diharapkan segera mendapat solusi agar distribusi BBM bersubsidi dapat berjalan lebih lancar dan tepat sasaran.
Poniran | Nur











Comment