by

PPKM Mikro Ke-6, Pendatang Nginap Wajib Tunjukan Hasil Negatif Rapid Antigen

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19), khususnya jelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriyah, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Satgas COVID-19 Kota Balikpapan melakukan pengetatan di pintu masuk kota dan mewajibkan rapid test antigen kepada para pendatang atau tamu di lingkungan RT (Rukun Tetangga).

“Pelaksanaan rapid test antigen akan dilakukan di setiap pintu masuk secara acak kepada para pelaku perjalanan yang akan memasuki Balikpapan yang tertuang dalam PPKM Mikro ke-6,” kata Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan yang juga Kepala Satpol PP Balikpapan, Zulkifli, mewakili Ketua Satgas Kota Balikpapan, Sabtu (08/05/2021).

“Para pendatang atau tamu yang bertujuan menginap wajib menunjukan hasil negatif test rapid antigen yang berlaku 2×24 jam,” tandasnya.

Sementara itu, pada perkembangan kasus COVID-19 terdapat penambahan kasus terkonfirmasi positif di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sebanyak 21 orang di Kota Minyak dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Balikpapan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, dr. Andi Sri Juliarty menjelaskan, terdapat penambahan 21 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

“Penambahan 21 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 ini meliputi 7 kasus terkonfirmasi positif dengan riwayat suspek, 11 kasus positif dengan riwayat tracing kontak dan 3 kasus positif dengan riwayat orang tanpa gejala (OTG),” kata Andi Juliarty yang akrab disapa dr. Dio ini.

Kemudian, tambah dr. Dio, terdapat penambahan 29 kasus selesai isolasi mandiri alias sembuh dan 1 pasien positif COVID-19 berusia 52 tahun dinyatakan meninggal dunia.

“Satu pasien yang meninggal dunia yakni pasien laki-laki dengan kode BPN 15.753 (52 tahun) meninggal dunia pada 07 Mei 2021 pukul 17.12 WITA di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB),” ungkapnya.

“Dengan penambahan 21 kasus positif COVID-19 ini, maka total pasien positif COVID-19 di Balikpapan berjumlah 16.296 orang, dirawat di rumah sakit 102 orang, menjalani isolasi 258 orang, pasien sembuh 15.352 orang dan meninggal dunia sebanyak 584 orang,” pungkasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed