by

Ratusan Jemaah Umroh Indonesia Tertahan di Jeddah, Travel di Balikpapan Tunda Pemberangkatan

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dampak konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran turut dirasakan ratusan warga Indonesia yang sedang menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi.

Sejumlah jemaah dilaporkan tertahan di Jeddah karena terganggunya jadwal penerbangan kembali ke Indonesia. Kondisi ini juga berdampak pada pelaku usaha travel haji dan umroh di berbagai daerah, termasuk di Balikpapan.

Salah satu yang terdampak adalah PT Wahyu Abadi Wisata (WAW), biro perjalanan umroh yang berlokasi di Jalan ZA Maulani, Balikpapan Selatan.

CEO PT Wahyu Abadi Wisata, Ir. H. Ahmad Basir, mengatakan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan dampak signifikan terhadap operasional perjalanan ibadah.

“Secara umum kami sangat terdampak akibat agresi militer di kawasan Timur Tengah, khususnya bagi travel umroh dan haji seperti kami yang hampir setiap bulan memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci,” ujar Ahmad Basir, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, pemberangkatan terakhir jemaah dari pihaknya telah dilakukan pada Februari 2026 dan seluruh jemaah sudah kembali ke Tanah Air. Pihaknya berencana kembali memberangkatkan jemaah pada Juli mendatang, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi terkini.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima dari grup komunikasi antar-travel, terdapat sejumlah jemaah dari biro perjalanan lain yang saat ini masih berada di Makkah dan tertahan di Jeddah karena belum mendapatkan jadwal penerbangan pulang.

Ahmad Basir yang akrab disapa AHB ini menyebutkan, sejumlah jemaah yang menggunakan maskapai penerbangan luar negeri mengalami kendala kepulangan. Beberapa di antaranya bahkan telah beberapa hari berada di Jeddah tanpa kepastian jadwal terbang.

“Ada rekan sesama pengurus travel di Makassar yang jemaahnya masih tertahan karena menggunakan maskapai luar negeri. Informasinya sudah beberapa hari belum bisa pulang,” kata AHB.

Menyikapi kondisi tersebut, kata AHB, para pelaku usaha travel umroh saling berkoordinasi untuk memperbarui informasi terkini terkait situasi di Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi. Mereka juga mengikuti arahan pemerintah.

Kementerian yang membidangi urusan haji dan umroh telah menyarankan agar biro perjalanan menunda sementara pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci hingga situasi dinyatakan kondusif.

Selain itu, AHB mengimbau agar jemaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi aktif berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia setempat, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), guna memperoleh perlindungan dan informasi resmi terkait perkembangan situasi.

Poniran | Nur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed