Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan resmi menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Balikpapan Selatan. Langkah ini diambil menyusul dimulainya proyek perbaikan jalan nasional di Jalan Kolonel Syarifuddin Yoes, tepatnya di simpang tiga Jalan Letkol Polisi HM. Asnawi Arbain (Jl. Beje-Beje), tepatnya di depan Pengadilan Agama Balikpapan.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa proyek infrastruktur vital ini ditargetkan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Mengingat pentingnya jalur tersebut, koordinasi ketat telah dilakukan untuk memastikan mobilitas warga tidak lumpuh total.
Fadli mengungkapkan bahwa fokus utama rekayasa lalu lintas ini adalah menjaga keselamatan pengendara di jalur-jalur alternatif yang menyempit. Berdasarkan evaluasi di lapangan, arus dua arah di jalan alternatif sangat rawan memicu kecelakaan.
“Soal rekayasa lalu lintas kami sudah melakukan rapat bersama stakeholder terkait dan sesuai dengan hasil konfirmasi bahwa pekerjaan perbaikan Jalan Syarifuddin Yoes itu direncanakan berlangsung selama tiga bulan,” kata Fadli, ditemui wartawan usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan, Senin (18/5/2026).
“Kami dari dinas perhubungan sudah melakukan rekayasa lalu lintas bagaimana caranya untuk memastikan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas di wilayah-wilayah alternatif jalan yang telah kita tetapkan bersama unsur terkait seperti di wilayah Beje-Beje,” imbuhnya.
Menurut Fadli, Jalan Punai yang merupakan jalur alternatif yang sebelumnya dua jalur kini diubah menjadi satu jalur mulai Senin, (18/5/2026) malam. Jalur ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan dari arah Jalan Syarifuddin Yoes atau Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan Ruhui Rahayu.
“Sebaliknya, kendaraan dari arah Jalan Ruhui Rahayu menuju Beje-Beje dilarang keras masuk ke Jalan Punai, namun dialihkan ke Perumahan Villa Damai,” terang mantan Camat Balikpapan Utara tersebut.
Untuk menampung arus kendaraan dari arah Jalan Ruhui Rahayu, lanjut Fadli, Dishub Kota Balikpapan menjadikan kawasan Perumahan Villa Damai sebagai rute pengalihan utama.
“Untuk hari ini masih berjalan di dua jalur di kawasan Jalan Punai dan kita melihat di situ sangat rawan kecelakaan lalu lintas sehingga kami akan menutup dengan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup satu jalur,” tuturnya.
“Sehingga mulai malam ini cukup hanya bisa dilewati satu jalur saja dari arah Jalan Syarifuddin Yoes, termasuk dari Beje-Beje menuju ke Ruhui Rahayu turun ke Jalan Punai. Tapi kalau dari Jalan Ruhui Rahayu menuju ke Beje-Beje maka akan melewati Perumahan Villa Damai,” urai Fadli secara rinci.
Fadli menambahkan, akses Perumahan Villa Damai yang biasanya dibuka hingga pukul 22.00 WITA, kini wajib dibuka demi kepentingan publik.
“Selama ini Perumahan Villa Damai ini ditutup hingga pukul 22.00 WITA, tapi kami sudah konfirmasi dengan Lurah maupun Camat Balikpapan Selatan agar dikomunikasikan kepada pihak perumahan tersebut, bahwa kami meminta selama tiga bulan itu bisa dibuka selama 24 jam untuk menjadi jalur alternatif utama,” tegasnya.
Guna menghindari kerusakan parah pada jalan pemukiman dan mencegah kemacetan total pada siang hari, Dishub Balikpapan membatasi ruang gerak truk dan kendaraan bertonase besar.
“Untuk jalur kendaraan berat kami perkenankan di Jalan Sudirman dan di Jalan MT Haryono untuk JBB di atas 6 ton, dan jam operasionalnya tetap berjalan yang dimulai pukul 22.00 WITA – 05.00 WITA,” pungkas Fadli.
Pengendara diimbau untuk merencanakan waktu perjalanan lebih awal, mematuhi rambu-rambu petunjuk yang telah dipasang petugas, dan mengutamakan keselamatan selama masa perbaikan jalan ini berlangsung. (*/zi/Adv Diskominfo Balikpapan)







Comment