Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan untuk membahas perkembangan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Ibu Balikpapan Barat, Senin (20/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri pimpinan DPRD, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan manajemen RSUD Sayang Ibu Balikpapan Barat.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, mengatakan bahwa RDP ini bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan yang menghambat kelanjutan pembangunan rumah sakit tersebut.
“Kami bersama TAPD, Dinas Kesehatan, serta OPD terkait membahas kelanjutan pembangunan RSUD Sayang Ibu yang rencananya akan didorong ke panitia khusus (pansus),” ujar Yono.
Menurutnya, DPRD ingin memastikan seluruh kendala yang terjadi selama proses pembangunan dapat terpetakan dengan jelas, termasuk persoalan kontrak, perpanjangan masa kerja, hingga dampak pembangunan terhadap masyarakat sekitar, khususnya warga Balikpapan Barat.
Ia menegaskan, perhatian utama DPRD adalah penanganan dampak yang dirasakan warga akibat proyek tersebut. “Prioritas kami adalah bagaimana menanggulangi dampak pembangunan, termasuk ganti rugi atau perbaikan rumah warga yang terdampak,” tegasnya.
Selain itu, DPRD juga menyoroti pengembalian dana oleh kontraktor terkait temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebesar lebih dari Rp2 miliar. Yono menyebut dana tersebut telah dikembalikan, namun meminta OPD terkait untuk memberikan penjelasan resmi kepada publik.
“Kami minta dilakukan konferensi pers agar informasi ini jelas dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, DPRD mendorong agar pembangunan RSUD Sayang Ibu tetap dilanjutkan. Namun, penyelesaian seluruh permasalahan yang terjadi sejak tahun anggaran 2024 hingga 2025, termasuk pemutusan kontrak, harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Semua permasalahan harus dituntaskan agar ke depan pembangunan bisa berjalan lebih baik dan sesuai regulasi,” pungkas Yono.
Poniran | Adv











Comment