by

Silaturahmi Bareng Warga Balikpapan, Gubernur Kaltim Buka Puasa di Rumah Batu Arang

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H. Rudy Mas’ud menggelar buka puasa bersama (bukber) di kediaman masa kecilnya di Gang Batu Arang, Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah, Balikpapan Barat, Kamis (26/2/2026).

Acara bukber keluarga Mas’ud bareng masyarakat di Ramadan 1447 Hijriyah ini, menjadi momen penting dan istimewa bagi Rudy Mas’ud sekeluarga. Terlebih, rumah di Gang Batu Arang adalah tempat sejarah dan berkesan bagi Mas’ud bersaudara.

Pada acara ini, rumah sederhana yang menyimpan banyak kenangan itu dipadati ratusan warga. Mereka datang bukan hanya untuk berbuka puasa, tetapi juga bersilaturahmi dengan para tokoh yang tumbuh dan besar di lingkungan tersebut.

Momen ini terasa semakin istimewa karena turut dihadiri Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud serta Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud. Ketiganya tampak membaur tanpa jarak. Seusai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib dan Tarawih berjamaah.

Tidak ada sekat protokoler yang kaku. Warga satu per satu disapa dengan hangat, menciptakan suasana kekeluargaan yang sederhana namun bermakna. Dalam sambutannya, Rudy mengenang Kampung Baru sebagai saksi perjalanan hidupnya.

Ia menuturkan bahwa lingkungan tersebut telah membentuk karakter dan semangat perjuangan mereka hingga berada di posisi saat ini. “Di sinilah kami tumbuh, bersekolah, dan belajar tentang kehidupan. Jangan pernah minder menjadi anak Kampung Baru.

Semua punya kesempatan yang sama untuk berhasil,” ujarnya dengan nada haru. Rudy juga memaparkan sejumlah program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, di antaranya pendidikan gratis mulai jenjang SMA hingga perguruan tinggi, insentif bagi guru dan marbot masjid, bantuan administrasi pembelian rumah, serta jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu.

Ia menegaskan bahwa pengabdian yang dijalani saat ini merupakan wujud tanggung jawab moral sekaligus ladang ibadah.

Sementara itu, Hasanuddin Mas’ud menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul dalam suasana Ramadan. Ia menuturkan bahwa tradisi buka puasa di rumah orang tua mereka rutin digelar sebagai bentuk penghormatan atas doa dan perjuangan yang dimulai dari tempat tersebut.

“Dari rumah inilah doa-doa dipanjatkan dan perjuangan dimulai. Karena itu kami ingin terus kembali ke titik nol, menjaga silaturahmi dengan sederhana. Mohon maaf jika dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan,” tutupnya.

Poniran | Nur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed