by

Tak Ditanggapi, Warga Jalan Jenderal Sudirman Kirim Surat ke Kapolri

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Merasa tak mendapat tanggapan dari Polresta Balikpapan dan Wali Kota Balikpapan terkait penolakan Zona Zero Tolerance (tanpa toleransi), warga Balikpapan yang tergabung dalam Forum Warga Jalan Jenderal Sudirman Bersatu berkirim surat ke Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Surat tertanggal 19 April 2021 yang ditanda tangani oleh Ketua Forum Warga Jalan Jenderal Sudirman Bersatu, H. Muhammad Suhartono mewakili warga dari 3 kelurahan yakni Klandasan Ilir, Klandasan Ulu dan Kelurahan Damai itu telah dikirimkan beberapa waktu lalu.

Dalam suratnya, Suhartono mengatakan, warga kecewa dengan diterapkannya Zona Zero Tolerance (ZZT) pada 12 April 2021 lalu, karena dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan dalam pembahasan sebelumnya di DPRD Balikpapan. “Sekitar 100 orang perwakilan dari warga Jalan Jenderal Sudirman akan melakukan aksi unjuk rasa di Polresta Balikpapan dan DPRD Balikpapan guna menolak penerapan ZZT tersebut,” ujar Suhartono saat ditemui media ini, Sabtu (24/04/2021).

Menurutnya, dalam penegakan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, warga sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan dipastikan patuh. Namun, dalam penerapan ZZT hendaknya juga memperhatikan masyarakat sekitar, utamanya warga yang menggantungkan kehidupan ekonominya dari usaha turun-temurun.

“Kami tidak pernah menolak ataupun menghambat perkembangan kota kami, tetapi kami juga mohon jika membuat program kerja janganlah merugikan kami, kami hanya memohon agar kami tetap dapat diberikan parkir paralel satu baris,” tambahnya.

Balikpapan, lanjut Suhartono, bukanlah sebuah kota dengan tingkat kesemrawutan lalu lintas yang tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan sudah berulang kali Kota Balikpapan mendapat supremasi tertinggi di bidang ketertiban lalu lintas.

“Sebagai informasi ya, jalan raya sisi pantai yang ada di depan kami ini adalah tanah orang tua kami yang diambil paksa dan sampai saat ini belum ada penggantiannya. Dan ketika kami hanya minta parkir paralel satu baris saja kami tidak boleh. Kami masih punya hak atas tanah kami,” pungkasnya.

Berikut surat warga Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan yang dikirimkan ke Kapolri:

Balikpapan, 19 April 2021

Duka warga jalan jendral Sudirman Bersatu Balikpapan di masa Pandemi Covid 19 dan Ramadhan 1442 H

Kepada Yth:

Bapak Kapolri

Bpk. Listyo Sigit Prabowo

Di

Jakarta

Salam Hormat kami dan Salam Damai…………..

Bapak Kapolri yang kami hormati, perkenankan kami dari Forum warga Jln Jendral Sudirman Bersatu di Balikpapan, Kaltim ingin memohon KEBIJAKKAN kepada Bapak dengan adanya permasalahan di tempat kami yg belum ada solusinya sampai saat ini…..

Permasalahan kami adalah :

Dengan adanya program Zona Zero Tolerence yg menyebabkan kami tidak dapat parkir dihalaman kami sendiri, dimana aprogram ini tidak di lakukan sosialisasi yg baik kepada kami, sehingga sampai saat ini yang timbul adanya keresahan yang sangat tinggi di warga warga kami, dari awal kami selaku ketua RT tidak pernah diajak untuk bersosialisasi apalagi berdiskusi membahas efek efek apa saja yg akan timbul jika akan diterapkannya program ini

Kami sudah pernah mengajukan audiensi ke Bapak Kapolres Kota Balikpapan, tetapi kami hanya dijanjikan untuk dipertemukan dengan pihak walikota Balikpapan (tgl 17 April 2021-surat terlampir), kami juga disambut dengan caci maki dan teriakan teriakan dari para petugas di kantor Polresta Balikpapan sampai-sampai adanya pemukulan meja dari petugas, padahal kami para ketua RT dan warga adalah juga sesama manusia dan kami juga sudah berkirim surat terdahulu sebelum datang dengan baik baik, tertib menjaga jarak, apakah begini sikap kepolisian yang memiliki “Motto = Rastra Sewakotama abdi bagi nusa dan bangsa” beginikah tradisi dan cara Kepolisian melayani masyarakat umum, dan menunjukkan kearogansiannya? mohon pencerahan pak………..

Kami juga sudah pernah mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD kota Balikpapan pada tanggal 01 April 2021 yang juga menjanjikan akan mempertemukan kami dengan bapak Walikota Balikpapan untuk mencarikan solusinya tetapi sampai hari ini kami juga belum dipertemukan (surat terlampir + notulen rapat)

Bapak Kapolri yang kami cintai,

Kami adalah warga yang sangat taat bayar pajak dimana usaha kami ini adalah usaha yang merupakan usaha turun menurun dari orang tua kami terdahulu, dan kami sangat sangat menghargai kearifan lokal yg kami junjung bersama sama didalam usaha kami.

Bapak Kapolri yang kami muliakan,

Kami tidak pernah menolak ataupun menghambat perkembangan kota kami, tetapi kami juga mohon jika membuat program kerja janganlah merugikan kami, kami hanya memohon agar kami tetap dapat diberikan PARKIR PARAREL SATU BARIS.

Balikpapan bukanlah sebuah kota dengan tingkat kesemrawutan lalu lintas yang tinggi, hal ini dapat dibuktikan dengan sudah berulang kali Kota Balikpapan mendapat supremasi tertinggi dalam hal ketertiban lalu lintas

Sebagai informasi kepada Bapak, bahwa jalan raya sisi pantai yang ada didepan kami ini adalah tanah orang tua kami yang diambil paksa dan sampai saat ini belum ada penggantiannya, apakah hanya untuk parker pararel satu baris saja kami ngak boleh ?, ditempat kami tidak pernah adanya kemacetan dan lain lain, semuanya tertib dan berjalan dengan lancar

Bapak Kapolri yg saya hormati,

Masih kami ingat kata kata Presiden Republik Indonesia Kita, Bpk Joko Widodo Janganlah membuat program yang merugikan masyarakat, jadi kami mohon agar kiranya Bapak dapat meninjau kembali program Zona Zero Tolerance yang dilakukan di Kota kami Balikpapan, kasihan kami pak dimasa pandemi ini saja usaha kami sdh habis, ditambah bulan puasa ini usaha juga lesu, bgm jika terjadi kehancuran dalam usaha kami juga berimbas kepada orang disekitar kami terutama para karyawan kami dan keluarganya, hal ini akan menambah jumlah tingkat kemiskinan di kota Balikpapan

Program Zona Zero Tolerence ini berlaku disepanjang jalan Jendral Sudirman yang merupakan jantung kota dengan perputaran ekonomi yang cukup tinggi dimana di jalan ini terdapat ratusan pelaku usaha UMKM, dapat dibayangkan akan hancurnya ekonomi dari para pelaku ekonomi jika tidak dapat diberikannya kami dapat parkir pararel 1 baris

Bapak Kapolri yang tercinta,

Kami Yakin bahwa bapak adalah orang yang sangat Bijaksana dan diantara kesibukkan Bapak tiap

hari pasti Bapak pasti akan mencarikan SOLUSI bagi KAMI disini, sebelum menerapkan Program Zona Zero Tolerence tersebut di kota kami.., disini kami juga turut berbahagia dengan naiknya Bapak di posisi Kapolri, dimana kami sangat memiliki harapan yang sangat tinggi kepada Bapak didalam penegakkan hukum yang berpihak kepada rakyat kecil seperti kami.

Pada kesempatan ini kami juga berdoa kepada TUHAN semoga bapak diberikan kesehatan yang baik dan kebahagian di keluarga Bapak, TUHAN MEMBERKATI..

Salam hormat kami :

M. Suhartono

Ketua Forum

NB:
Disini kami juga menyampaikan salam dari para Ketua RT dan wakil warga yang terdampak.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed