Kabargupas.com, JAKARTA – Bulan suci Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan spiritualitas, tetapi juga mendorong lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai kebutuhan mulai dari makanan, pakaian, hingga persiapan Lebaran membuat perputaran transaksi meningkat signifikan selama periode ini.
Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, Ivan Jaya, mengungkapkan bahwa Ramadan selalu menjadi periode dengan aktivitas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.
“Badan Pusat Statistik pada 2025 mencatat aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia meningkat sekitar 30 hingga 40 persen selama Ramadan. Hal ini mencerminkan tingginya mobilitas dan produktivitas masyarakat pada periode tersebut,” ujar Ivan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan, survei Snapcart tahun 2025 menunjukkan sekitar 75 persen masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat selama Ramadan, terutama untuk kebutuhan makanan, pakaian, dan persiapan Lebaran.
“Selain itu, aktivitas sosial seperti buka puasa bersama dan ngabuburit juga masih menjadi tradisi yang kuat. Sekitar 62 persen masyarakat Indonesia menyatakan berminat mengikuti kegiatan tersebut dengan alokasi anggaran sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta selama Ramadan,” jelasnya.
Di sisi lain, tren transaksi digital juga terus mengalami peningkatan. Bank Indonesia mencatat volume transaksi menggunakan QRIS selama Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga 111 persen per pengguna secara tahunan.
Menurut Ivan, momentum Ramadan juga diperkuat dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.
“Mulai dari tabungan, penyaluran zakat, infak, sedekah dan wakaf, belanja kebutuhan Lebaran, hingga persiapan mudik. Karena itu, perencanaan keuangan yang bijak menjadi sangat penting agar masyarakat tetap dapat menjaga keseimbangan finansial,” katanya.
Mobilitas masyarakat pun meningkat tajam selama periode Lebaran. Data Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 154,62 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025 atau sekitar 54,9 persen dari total penduduk Indonesia.
“Angka ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga periode penting dalam pengelolaan keuangan masyarakat,” ujar Ivan.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Danamon menghadirkan rangkaian program #RamadanLebihBerkah yang menawarkan berbagai kemudahan transaksi serta promo bagi nasabah.
“Melalui #RamadanLebihBerkah, Danamon memaknai keberkahan Ramadan sebagai momen untuk berbagi dan saling mendukung. Program ini hadir sebagai mitra finansial untuk berbagai kebutuhan selama Ramadan, mulai dari momen berbuka hingga perjalanan mudik,” tutup Ivan.
Poniran | Ist











Comment