by

Wifi Gratis 362 Titik di Balikpapan Sejak Januari Nonaktif, Diskominfo Minta Maaf

Kabargupas.com, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tidak aktifnya layanan internet atau wifi gratis sejak awal Januari 2026.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Erriansyah saat ditemui wartawan di Kantor Diskominfo, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Kamis (12/2/2026).

Erriansyah menjelaskan, Diskominfo memiliki 362 titik layanan internet gratis yang mulai dipasang sejak 2025 dan tersebar di enam kecamatan di Kota Balikpapan. Namun, pada 2026 anggaran layanan tersebut hanya dialokasikan untuk 10 bulan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Diskominfo memiliki 362 titik internet atau wifi gratis yang terpasang sejak 2025. Namun, untuk 2026 karena terjadi efisiensi anggaran, penganggaran hanya untuk 10 bulan. Di awal tahun ini administrasinya belum kami lakukan dan akan dilaksanakan pada Maret,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini layanan belum aktif karena pihaknya belum melakukan kontrak kerja sama dengan penyedia layanan. Kontrak tersebut direncanakan dimulai pada Maret 2026 sehingga layanan hanya dapat berjalan selama 10 bulan hingga akhir tahun.

“Kami mohon maaf kepada seluruh warga Balikpapan atas keterbatasan anggaran ini,” katanya.

Terkait besaran anggaran pengadaan jaringan internet gratis tersebut, Erriansyah tidak memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan belum aktifnya kembali layanan di awal tahun ini.

Adapun ratusan titik wifi gratis tersebut tersebar di sejumlah fasilitas umum dan ruang terbuka, seperti ruang terbuka hijau, pos keamanan lingkungan (poskamling), pos pelayanan terpadu (Posyandu), serta fasilitas publik lainnya.

Menurut Erriansyah, jumlah tersebut belum mencakup seluruh kebutuhan masyarakat. Jika seluruh target dipenuhi, jumlah titik wifi gratis bisa mencapai ribuan lokasi. Namun, hingga kini belum ada rencana penambahan titik baru karena keterbatasan anggaran.

“Untuk sementara tetap 362 titik dan belum ada penambahan. Penganggaran hanya untuk 10 bulan ke depan,” pungkasnya.

Poniran | Nur

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed